Band pop rock/alternatif asal Kotabaru, Kalimantan Selatan, Alaraverse, kembali menyapa pendengar dengan karya terbarunya bertajuk “Berakhir di Awal”. Lagu ini menjadi salah satu nomor penting dalam album 3 Tangkai Gerbera yang resmi dirilis pada 20 Desember 2025.
Lewat “Berakhir di Awal”, Alaraverse menghadirkan cerita tentang kekecewaan yang datang diam-diam. Bukan tentang hubungan yang berakhir dramatis, melainkan tentang kisah yang harus selesai bahkan sebelum sempat benar-benar dimulai. Lagu ini terasa dekat dengan banyak orang yang pernah menyimpan harapan, namun harus merelakannya lebih cepat dari yang dibayangkan.
Alaraverse sendiri mulai aktif di dunia musik sejak 2024 melalui single debut mereka “Nazalea”. Sejak saat itu, band yang digawangi Syuja (vokal), Ansori (gitar), dan Alban (drum) ini konsisten menghadirkan karya-karya yang lahir dari perasaan personal dan pengalaman hidup nyata.
Mengusung warna pop rock dan alternatif, Alaraverse terinspirasi dari musisi seperti Sheila on 7, Ahmad Dhani, hingga Perunggu. Namun, mereka memiliki ciri khas tersendiri dalam penulisan lagu. Alaraverse tak hanya berbicara soal patah hati, tetapi juga tentang fase kehidupan lain seperti harapan, cinta yang lebih dewasa, hingga proses tumbuh sebagai manusia.
Proses kreatif lagu-lagu Alaraverse, termasuk “Berakhir di Awal”, berawal dari Alban yang menuangkan perasaannya ke dalam lirik dan aransemen dasar. Selanjutnya, Syuja dan Ansori menjadi wadah untuk menerjemahkan emosi tersebut lewat vokal dan permainan gitar, hingga akhirnya menjadi karya yang utuh.
Bagi Alaraverse, musik bukan soal angka, viral, atau panggung besar. Jika lagu mereka bisa menemani pendengar di momen tertentu dan membuat seseorang merasa tidak sendirian, itu sudah menjadi bentuk kesuksesan tersendiri.
Melalui “Berakhir di Awal”, Alaraverse kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkarya dengan jujur, menjadikan musik sebagai catatan perjalanan hidup yang tumbuh seiring waktu dan perasaan.



Comments
Post a Comment