Skip to main content

Refrina Yuliani Sinulingga Ungkap Kisah Cinta Masa Lalu Lewat Single “Tak Bisa"

 

Nama Refrina Yuliani Sinulingga atau yang dikenal dengan nama panggung Refrina terus menunjukkan keseriusannya menapaki industri musik digital Indonesia. Berasal dari Jakarta, Refrina telah aktif berkarya selama satu tahun terakhir, meski kecintaannya pada dunia musik sudah tumbuh sejak lama. Ia terbiasa bernyanyi di gereja sejak kecil, serta menekuni piano sebagai salah satu instrumen favoritnya.

Ketertarikan Refrina terhadap musik bermula dari kecintaannya pada lagu-lagu Natal dan musik klasik seriosa, khususnya karya Sandy Patty. Dari sana, selera musiknya berkembang hingga ia mulai mengeksplorasi berbagai warna musik, mulai dari classic, R&B, hingga pop, yang kini menjadi ciri khas dalam setiap karya yang ia rilis.

Tak hanya Sandy Patty, Refrina juga mengidolakan nama-nama besar seperti Christina Aguilera, Mariah Carey, serta komposer legendaris Mozart dan Beethoven. Deretan musisi tersebut membentuk karakter vokalnya yang kuat, emosional, dan penuh penghayatan, terutama saat membawakan lagu-lagu bertema cinta dan perasaan.

Single terbarunya yang berjudul “Tak Bisa”, resmi dirilis pada 3 Oktober 2025 lalu. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal bagi Refrina, karena terinspirasi dari kisah seseorang yang pernah ia kagumi dan cintai di masa lalu, namun tidak pernah bisa dimiliki. Proses penggarapannya pun cukup emosional, karena ia harus kembali membuka kenangan lama yang penuh perasaan.

“Proses lagu ini cukup dalam karena harus mengungkapkan perasaan yang dulu pernah ada. Aku benar-benar membuka kembali memori masa lalu, lalu menuangkannya ke dalam musik,” ujar Refrina. Dari pengalaman tersebut, lahirlah “Tak Bisa”, lagu bernuansa melankolis yang dibalut aransemen lembut dan vokal yang penuh emosi.

Lewat lagu ini, Refrina ingin menyampaikan pesan bahwa jika seseorang benar-benar mencintai kita, maka pada akhirnya dia akan kembali. Ia berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi pendengar yang sedang berada di fase patah hati, kehilangan, atau belum bisa melupakan seseorang dari masa lalu, sekaligus memberi rasa pengharapan.

Dalam perjalanan karier bermusiknya, Refrina memiliki tujuan besar, yakni menghadirkan karya yang dapat menghibur banyak orang, memberi kenyamanan, serta menghadirkan emosi positif bagi siapa pun yang mendengarkan. Ia juga ingin terus menciptakan lagu-lagu yang mampu mengangkat nama Indonesia melalui karya-karya musik yang bermakna dan berkualitas.

Ke depannya, Refrina telah menyiapkan berbagai rencana, termasuk merilis single-single baru yang saat ini masih dalam proses penggarapan. Ia memastikan bahwa “Tak Bisa” bukanlah karya terakhirnya dalam waktu dekat. “Aku ingin terus berkarya dan menghadirkan lagu-lagu baru yang bisa dinikmati banyak orang,” ungkapnya.

Untuk promosi, Refrina akan memperkenalkan karyanya ke berbagai media musik serta platform sosial media yang kredibel di masyarakat. Ia berharap “Tak Bisa” dapat diterima dengan baik oleh pecinta musik Tanah Air dan menjadi salah satu lagu yang menemani banyak orang di berbagai suasana.

Dengan karakter vokal yang kuat, musikalitas yang matang, serta visi bermusik yang tulus, Refrina optimis dapat terus melangkah di industri musik Indonesia dan menghadirkan karya-karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga penuh makna.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...

Chiko Silitonga Rilis Single ‘Tinggal Dalamku’, Terinspirasi Kisah Pribadi

Musisi sekaligus pengajar musik, Chiko Silitonga, kembali meramaikan industri musik Tanah Air dengan merilis single terbarunya berjudul Tinggal Dalamku. Lagu tersebut resmi diluncurkan pada 23 Maret 2026 dan menjadi karya yang cukup personal bagi penyanyi asal Jakarta itu. Pemilik nama lengkap Israel Adam Arthur Abraham ini sudah cukup lama berkecimpung di dunia musik. Ia mengaku telah menjalani karier sebagai penyanyi selama lebih dari 10 tahun. Tak hanya bernyanyi, Chiko juga aktif sebagai musisi, pencipta lagu, sekaligus pengajar musik. Menurut Chiko, keputusannya menekuni dunia musik bukan sekadar mengikuti passion semata. Ia memiliki visi lebih besar, yakni membuka wawasan masyarakat tentang potensi musik dalam perkembangan industri kreatif. “Aku memutuskan berkarier di musik karena ingin membuka lebih luas lagi wawasan masyarakat Indonesia, bahkan dunia, bahwa musik punya pengaruh besar terhadap perkembangan industri kreatif,” ujarnya. Dalam perjalanan bermusik, Chiko tidak terpa...