Singgih Dipa, nama panggung dari Singgih Pradipa, adalah seorang solois muda berbakat yang tengah mencuri perhatian dengan karya-karyanya yang personal dan reflektif. Dengan perjalanan musik yang beragam, dari rock hingga folk akustik, Singgih Dipa membuktikan dirinya sebagai penulis lagu yang dinamis dan jujur dalam mengekspresikan pengalaman pribadinya melalui musik.
Singgih Pradipa alias Singgih Dipa lahir di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Ia kemudian pindah dan menetap di Bandung, di mana ia mulai aktif bermusik dan mengembangkan karirnya sebagai solois. Sekitar 2 tahun belakangan, ia memutuskan untuk menjadi solois, menandai langkah baru dalam karir musiknya dengan merilis single dan kini EP "Menyaru". Musiknya memiliki jejak genre yang luas; pernah terlibat dalam band dengan nuansa rock, blues, dan psychedelic, namun sebagai solois ia mengeksplorasi folk, ballad, pop akustik, hingga alternative, menunjukkan fleksibilitas artistik yang mengesankan.
Gaya bermusik Singgih Dipa terpengaruh oleh beragam musisi yang ia kagumi, seperti AoI Teishima, Jung Seung Hwan dari K-pop, Bon Iver yang dikenal dengan suara uniknya, dan Nadin Amizah yang membuktikan kekuatan lirik dalam musik Indonesia. Ia terinspirasi cara mereka bercerita lewat lirik yang kuat dan emosional, menjadikan musiknya sebagai cerminan pengalaman hidup yang autentik. Pengaruh ini terlihat dalam cara Singgih Dipa mengolah melodi dan kata-kata dalam lagunya, menciptakan suasana yang intim dan menyentuh.
Apa yang membuat Singgih Dipa unik sebagai solois adalah keberaniannya lebih jujur dan personal menceritakan pengalaman pribadi dengan lirik reflektif. Pendekatan ini membuat musiknya terasa dekat dan menyentuh hati pendengar, menciptakan koneksi emosional yang kuat. Ia tidak ragu mengekspresikan perasaan dan pemikirannya melalui lagu, menjadikan setiap karya sebagai bagian dari perjalanan dirinya.
Salah satu karya yang menjadi sorotan adalah single "Sepeninggal Rasa", bagian dari EP "Menyaru". Lagu ini membawa pesan mendalam tentang perbedaan yang sesungguhnya indah, namun sering kali gagal kita maknai hingga berakhir saling menyakiti. "Perbedaan itu sesungguhnya indah, tapi sering kita gagal memaknai dan berakhir saling menyakiti," jelas Singgih Dipa tentang tema lagunya yang mengajak pendengar merenungkan makna di balik keberagaman. Liriknya yang dalam dan melodi yang emosional membuat "Sepeninggal Rasa" menjadi lagu yang berkesan.
Proses kreatif Singgih Dipa terbilang spontan dan intuitif. Ia biasanya mencatat atau merekam ide nada dan kata-kata di HP ketika inspirasi muncul. "Biasanya catat atau record di HP ketika dpt ide nada dan kata2 yang muncul setelah gitar di tangan baru coba dikembangkan jadi lagu," tuturnya. Pendekatan ini memungkinkan ide-ide musiknya tetap fresh dan natural, mencerminkan kejujuran dalam penciptaan.
Dalam karir musiknya, Singgih Dipa ingin berbagi cerita dan menyebarkan semangat kepada orang-orang untuk bertahan dan bangkit menghadapi tantangan hidup. Ia berharap dikenal sebagai penulis lagu yang bisa membuat lagu dengan berbagai genre musik, menunjukkan adaptabilitas dan kedalaman ekspresinya. Untuk masa depan, ia berencana memperbanyak karya,


Comments
Post a Comment