Skip to main content

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci.

Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini.

“Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla.

Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik.

“Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya.

Lagu Bugis Pertama

Single “Soro Lempu” menjadi pengalaman baru bagi Dilla. Pasalnya, lagu ini merupakan lagu Bugis pertama yang ia bawakan, sementara latar belakang musiknya bukan berasal dari genre tersebut.

Proses pengerjaan lagu ini pun tidak mudah. Dilla harus menyesuaikan karakter vokalnya dengan nuansa lagu yang sarat emosi.

Lagu ini bercerita tentang dua sudut pandang, yakni laki-laki dan perempuan yang sama-sama terluka karena keadaan dan adat. Kisahnya menggambarkan ketulusan seseorang yang harus melepaskan cinta bukan karena keinginan pribadi, melainkan karena tuntutan keadaan.

Single ini ditulis oleh Muhammad Ali, yang akrab disapa Daeng Cupu.

“Soro Lempu” resmi dirilis pada 4 Februari 2026, dan menjadi bagian dari soundtrack film Mattaro Janci yang telah tayang perdana pada 1 Februari 2026.

Melalui lagu ini, Dilla ingin menyampaikan pesan tentang keikhlasan dan ketegaran dalam menghadapi takdir.

“Tidak semua hal dalam hidup bisa kita kendalikan. Kadang kita harus belajar menerima dengan lapang dada, meskipun itu menyakitkan,” jelasnya.

Pop hingga Nuansa Timur Tengah

Dalam bermusik, Dilla mengaku tidak membatasi diri pada satu genre saja. Namun saat ini ia lebih banyak menyukai musik pop serta lagu-lagu bernuansa Arab dan India.

Ia juga tidak terpaku pada satu musisi sebagai inspirasi. Dilla lebih memilih belajar dari banyak penyanyi dengan karakter vokal berbeda untuk membentuk warna musiknya sendiri.

“Dari berbagai penyanyi itu saya mencoba membentuk gaya saya sendiri,” katanya.

Siapkan Single Pop Indonesia

Setelah merilis “Soro Lempu”, Dilla sudah menyiapkan karya berikutnya. Ia berencana merilis single berbahasa Indonesia dengan genre pop yang lebih merepresentasikan karakter musiknya saat ini.

Menariknya, lagu tersebut terinspirasi dari kisah nyata yang masih menyimpan misteri.

“Ceritanya masih jadi tanda tanya, apakah dari pengalaman pribadi saya, penulis lagu, atau orang lain,” ujarnya.

Meski begitu, Dilla tetap membuka kemungkinan untuk kembali membawakan lagu Bugis di masa depan dengan konsep yang berbeda, baik dari sisi aransemen maupun lirik.

Untuk promosi, Dilla akan memanfaatkan media sosial serta berbagai platform digital agar lagunya bisa menjangkau lebih banyak pendengar. Selain itu, promosi juga akan berjalan seiring dengan penayangan film Mattaro Janci.

Dengan langkah ini, Dilla berharap bisa terus berkembang sebagai penyanyi dan dikenal lebih luas tanpa kehilangan jati diri dalam bermusik.

Single Soro Lempu sudah bisa didengarkan di seluruh platform musik digital (Spotify, YouTube music, Joox, Tiktok, Instagram, Facebook, Apple musik dan lainnya). Untuk video clip bisa ditonton di YouTube temancik (teman Ciko)

Comments

Popular posts from this blog

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...