Skip to main content

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

 

Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia.

Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP.

Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara.

Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single pop berjudul “Terluka Karenamu” yang ditulis oleh Ghani Al Farizi. Lagu tersebut menjadi karya pertamanya yang menandai langkah awalnya sebagai penyanyi di industri musik.

Tak berhenti di situ, Nazela juga kembali melanjutkan proyek musiknya dengan menggandeng produser dari negara tetangga, Malaysia, untuk single keduanya. Ia pun memberi sinyal bahwa single ketiga sedang dalam proses dan akan diumumkan pada waktu yang tepat.

Selain merilis karya, Nazela juga pernah terlibat dalam proyek musik lintas negara. Ia sempat tampil dalam salah satu video musik milik artis asal Malaysia, Hez Hazmi. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya sebagai penyanyi muda.

Selama tiga tahun berkecimpung di dunia tarik suara, Nazela juga aktif mengikuti berbagai ajang dan kegiatan musik. Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika ia dipercaya mewakili Jawa Timur,Nusa Tenggara  dan Bali untuk tampil di Yogyakarta dalam ajang Colabonation Talent Hunt yang digelar oleh IM3,Selain itu berhasil menjadi juara 3 Bintang radio dan puluhan piala bergengsi yg sudah di raihnya.

Menariknya, di tengah kesibukannya sebagai pelajar dan penyanyi, Nazela juga terlibat sebagai coach vocal di salah satu lembaga sekolah musik. Ia turut berbagi pengalaman serta ilmu vokal kepada para siswa yang ingin mengembangkan kemampuan bernyanyi.

Dalam perjalanan kariernya, Nazela mengaku mendapat dukungan besar dari kedua orang tuanya serta keluarga. Ia juga terinspirasi oleh idolanya, Salma Salsabila, yang menjadi salah satu penyanyi yang memotivasinya untuk terus berkembang.

Secara musikal, Nazela mengaku menyukai berbagai warna musik seperti jazz klasik dan blues. Meski demikian, genre pop tetap menjadi warna musik yang paling dekat dengan dirinya.

Ke depan, Nazela tengah menyiapkan single baru dengan nuansa yang berbeda dari karya-karya sebelumnya. Lagu tersebut akan mengangkat cerita tentang anak muda masa kini yang kerap merasa kebingungan dalam menemukan tujuan hidup mereka.

Menariknya, proyek lagu baru ini ditulis secara khusus oleh salah satu seniman besar Indonesia, Ayah Oong. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan warna baru dalam perjalanan musik Nazela.

Dengan semangat untuk terus berkarya dan membanggakan orang tuanya, Nazela berharap dapat terus menekuni dunia musik, khususnya di bidang vokal, hingga masa depan.

Ikuti perjalanan musik Nazela melalui media sosial:

Instagram: https://www.instagram.com/nazela_amanta

TikTok: https://www.tiktok.com/@nazela_amanta

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...