Skip to main content

Aris Bahari Akan Rilis Single “Reko-Reko”, Lagu Pop Jawa tentang Patah Hati dan Kepura-puraan

Musisi pendatang baru Aris Bahari akan merilis single terbarunya berjudul “Reko-Reko” pada 7 Mei 2026. Dalam bahasa Indonesia, “Reko-Reko” berarti “Pura-Pura”. Lagu ini menjadi salah satu langkah Aris untuk memperkenalkan karyanya kepada penikmat musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Abdul Aris Setiawan Bahari ini berasal dari Sukoharjo, Jawa Tengah.

Meski baru memulai karier sebagai penyanyi solo sejak September 2024, Aris sudah lama berkecimpung di dunia musik sebagai gitaris di sebuah band sebelum akhirnya memutuskan untuk fokus membuat karya sendiri. Perjalanan Aris sebagai penyanyi bermula saat ia mengikuti lomba cipta jingle di Inspektorat Sukoharjo. Dari pengalaman tersebut, ia mulai tertarik untuk menulis lagu dan memproduksi karya secara mandiri.

Sebagian besar proses kreatif dikerjakan sendiri oleh Aris, mulai dari penulisan lagu, produksi, hingga aransemen. Untuk proses rekaman, ia dibantu beberapa rekan agar kualitas audio yang dihasilkan lebih maksimal. Secara musikal, Aris awalnya banyak bermain di ranah pop alternatif.

Namun dalam beberapa karya terbarunya, ia mulai mengeksplorasi warna pop Jawa dan dangdut, meski sesekali tetap kembali ke pop murni. Dalam bermusik, Aris mengaku terinspirasi dari Denny Caknan untuk nuansa pop Jawa, serta Eros Chandra dari Sheila On 7 untuk gaya penulisan lirik.

Single “Reko-Reko” terinspirasi dari berbagai lagu yang telah beredar di industri musik. Lagu ini menjadi bentuk eksplorasi Aris dalam menciptakan karya berbahasa Jawa. Proses recording juga melibatkan bantuan beberapa temannya.

Melalui lagu ciptaannya ini, Aris menyampaikan cerita tentang ditinggal seseorang yang berpura-pura merasa sedih. Padahal orang tersebut ahli dalam drama dan kepalsuan. Liriknya menggambarkan upaya untuk tetap tenang, karena alam pun ikut merasakan: hujan ikut menangis, mendung ikut menutupi sedih, angin ikut mengusap air mata. “Reko-Reko” sudah bisa didengarkan di seluruh platform musik digital mulai 7 Mei 2026 nanti.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...