Dosen sekaligus alumni Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra, Evan Raditya Pratomo resmi merilis lagu berjudul 20s CHROMA, sebuah karya musik yang menjadi bagian dari perayaan 20 tahun VCD UC melalui event CH20MA (CHROMA).
Evan yang kini mengajar di jurusan VCD Universitas Ciputra sejak 2019 mengungkapkan bahwa lagu tersebut merupakan bentuk tribute personal untuk kampus yang ia anggap sebagai rumah kedua.
“Kesukaan saya mengeksplorasi berbagai media dan teknik di industri kreatif tidak lepas dari peran ilmu dan pengalaman client project dari VCD UC selama saya kuliah,” ujar Evan
Menariknya, ide lagu 20s CHROMA lahir secara spontan. Evan menceritakan bahwa awalnya salah satu mahasiswa bercanda saat rapat besar event berlangsung.
“Pak Evan tidak mau buat lagu untuk event ini?”
Candaan tersebut justru memantik inspirasi. Hanya sekitar empat jam setelah rapat, Evan mulai membuka kembali arsip catatan lirik dan ide yang selama ini ia kumpulkan. Dari satu bait sederhana, proses kreatif lagu tersebut mulai berkembang.
Bersama produser musiknya, Dyljon, Evan menyelesaikan produksi lagu ini hanya dalam waktu empat hari.
Pada awal proses kreatif, Evan ingin menghadirkan nuansa synthwave khas era 80-an untuk membawa unsur nostalgia dan memorabilia. Namun, sang produser melihat peluang eksplorasi yang lebih luas.
Akhirnya, 20s CHROMA berkembang menjadi lagu dengan perpaduan genre synthwave dan neo dance yang kaya warna musikal. Lagu ini juga diperkaya dengan berbagai elemen audio unik seperti suara pensil, kertas, keyboard, mouse click, hingga shutter kamera sebagai simbol dunia kreatif VCD UC.
Menurut Evan, keberagaman genre dalam lagu ini menjadi representasi eksplorasi mahasiswa desain dan para pekerja kreatif yang selalu berkembang.
Judul 20s CHROMA dipilih setelah Evan sempat mempertimbangkan nama lain, yaitu Let’s Do This. Namun ia merasa judul tersebut terlalu umum dan ingin sesuatu yang lebih merepresentasikan perayaan dua dekade VCD UC.
Ia kemudian memainkan istilah “twenties” sebagai simbol usia dua puluhan sekaligus perayaan 20 tahun VCD UC, dipadukan dengan kata “chroma” yang identik dengan spektrum warna.
Tema besar lagu ini sendiri berbicara tentang manusia yang tetap melangkah meski sedang lelah.
“Saya tidak mengglorifikasi motivasi kuat dan positivity. Saya mengangkat value kejujuran yang paling raw,” jelas Evan.
Ia menambahkan bahwa aspek companionship atau kebersamaan menjadi pesan utama dalam lagu ini—tentang teman-teman yang hadir untuk saling memahami, merayakan keberhasilan, maupun menemani dalam kesunyian.
Tak hanya dari sisi musik, Evan juga menggarap visual album 20s CHROMA dengan pendekatan desain retro-futurism atau outrun.
Visual tersebut dirancang untuk menangkap esensi “melangkah tangguh di tengah keramaian kota”, sebuah representasi dinamika usia dua puluhan yang penuh tantangan dan eksplorasi.
Ia mengaku salah satu tantangan terbesar justru hadir saat mengerjakan visual Spotify Canvas. Evan harus menyatukan berbagai footage dari free stock assets menjadi satu visual dengan color palette yang senada agar tetap cohesive dengan nuansa musiknya.
Bagi Evan, 20s CHROMA bukan sekadar lagu perayaan. Karya ini menjadi simbol perjalanan VCD Universitas Ciputra yang selama 20 tahun terus berkembang dengan keberagaman kreativitas, kolaborasi, dan semangat companionship.
Di akhir wawancara, Evan juga membocorkan bahwa dirinya bersama Dyljon tengah mempersiapkan proyek musik baru untuk tahun 2027.



Comments
Post a Comment