Skip to main content

Freeman On Weekend Resmi Debut Lewat Single ‘Bangkit Bertahta’

 

Band modern metal asal Padang, Sumatera Barat, Freeman On Weekend resmi meramaikan industri musik Tanah Air lewat karya perdana mereka yang bertajuk “Bangkit Bertahta”. Band ini digawangi oleh Eby (lead vocal), Ron (bass/back vocal), Bondan (gitar), dan Aten (drum).

Meski nama bandnya terbilang baru, para personel Freeman On Weekend sebenarnya sudah cukup lama berkecimpung di dunia musik. Ron, Bondan, dan Aten diketahui telah aktif bermusik sejak 2007 dan bahkan pernah berada dalam satu band saat masih kuliah. Setelah sempat vakum cukup lama, mereka kembali berkumpul dan akhirnya membentuk Freeman On Weekend pada November 2025.

Awal mula terbentuknya band ini terbilang sederhana. Kesibukan pekerjaan yang padat dari Senin hingga Sabtu membuat para personelnya mencari pelampiasan untuk menghilangkan penat. Akhir pekan pun menjadi waktu yang tepat untuk kembali bermain musik. Dari situlah muncul nama Freeman On Weekend, yang menggambarkan kebebasan mereka menyalurkan hobi bermusik di akhir pekan.

Ide untuk kembali nge-jam di studio pertama kali datang dari Ron yang kemudian mengajak Bondan dan Aten. Dari sekadar bermain musik santai, mereka akhirnya sepakat untuk membuat karya sendiri. Konsep band dengan vokalis perempuan kemudian dipilih untuk memberi warna berbeda pada musik mereka.

Pencarian vokalis perempuan pun membawa mereka bertemu dengan Eby melalui Instagram. Saat itu, Eby yang merupakan mahasiswi di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang tertarik dengan tawaran tersebut dan akhirnya bergabung sebagai vokalis Freeman On Weekend.

Secara musikal, Freeman On Weekend berakar pada genre metal. Namun mereka memilih untuk tidak terlalu idealis dan mencoba membuat musik yang lebih mudah dinikmati banyak pendengar. Gaya musik mereka bisa disebut sebagai modern metal, dengan aransemen yang tidak terlalu brutal namun tetap mempertahankan energi metal, dipadukan dengan vokal clean dari Eby.

Dalam bermusik, Freeman On Weekend banyak terinspirasi oleh band-band modern metal dunia seperti Evanescence, Linkin Park, Major Moment, Novelists, Future Palace, Poppy, hingga Spiritbox. Sementara dari dalam negeri, mereka juga menjadikan Killms dan Stereo Wall sebagai referensi.

Kini, Freeman On Weekend resmi merilis single perdana mereka yang berjudul “Bangkit Bertahta” di berbagai platform musik digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang berada di titik terendah dalam hidup, seperti mengalami putus cinta, perundungan, hingga diremehkan orang lain.

Lewat lagu tersebut, diceritakan bagaimana seseorang mampu bangkit dari keterpurukan dengan memotivasi dirinya sendiri dan kembali mengambil kendali atas kebahagiaan hidupnya. Pesan utama dari lagu ini adalah bahwa manusia tidak boleh menyerah pada keadaan tersulit sekalipun.

Proses kreatif lagu “Bangkit Bertahta” dimulai dari Ron yang menulis lirik sekaligus membuat konsep dasar musiknya.

Selanjutnya, seluruh personel bersama-sama mengembangkan aransemen di studio dan menyesuaikan komposisi musik dengan karakter vokal Eby. Setelah rampung, lagu tersebut kemudian masuk tahap rekaman hingga proses mixing dan mastering sebelum akhirnya resmi dirilis.

Ke depan, Freeman On Weekend berharap bisa terus berkarya dan merilis lebih banyak lagu hingga suatu saat dapat menghadirkan sebuah album penuh.

Mereka juga berharap industri musik Indonesia semakin memberikan ruang bagi band-band baru untuk berkembang, terutama dalam hal promosi dan branding karya. Selain itu, mereka berharap dukungan terhadap para musisi bisa semakin nyata sehingga profesi musisi dapat memiliki nilai yang lebih layak di industri kreatif Tanah Air.

Freeman On Weekend pun mengajak para penikmat musik untuk mendukung karya mereka dengan mendengarkan “Bangkit Bertahta” di platform digital resmi serta membagikannya kepada lebih banyak orang.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...

Mahasiswa Universitas Panca Sakti Bekasi Edukasi Orang Tua soal Gizi dan Ketahanan Pangan untuk Cegah Stunting

Mahasiswa Universitas Panca Sakti Bekasi menggelar penyuluhan bertajuk “Pemenuhan Gizi dan Ketahanan Pangan” di TK RBA, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menyasar para orang tua sebagai upaya meningkatkan pemahaman terkait pentingnya gizi anak usia dini dan ketahanan pangan keluarga. Penyuluhan yang diinisiasi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi PG PAUD ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut menjadi kontribusi nyata akademisi dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia. Di bawah bimbingan dosen pengampu sekaligus pemerhati tumbuh kembang anak, Lia Kurniawaty, S.Pd., M.Pd., para mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat dan seimbang bagi anak. Ia menegaskan bahwa stunting tidak boleh dianggap remeh karena dapat berdampak pada perkembangan kecerdasan anak di masa depan. “Para orang tua perlu memiliki pemahaman yang baik te...