Skip to main content

Vionass Rilis Mini Album “I Miss You”, Angkat Tema Rindu hingga Depresi

 

Musisi pendatang baru asal Brebes, Suhar yang dikenal dengan nama panggung Vionass, mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Sejak mengenal musik di bangku sekolah dasar, Vionass kini telah melangkah lebih jauh dengan merilis mini album berisi tiga lagu yang menjadi representasi perjalanan emosional dan musikalnya.

Perjalanan Vionass dalam bermusik sebenarnya sudah dimulai sejak lama. Namun, baru pada 2023 ia mulai aktif menciptakan lagu dan merekamnya secara mandiri di studio rumahan. Ketertarikannya pada musik muncul secara alami, dipicu dari kebiasaan mendengarkan lagu hingga akhirnya terdorong untuk menciptakan karya sendiri.

Dalam bermusik, Vionass mengusung warna rock alternatif dan blues. Ia juga mengaku terinspirasi dari sejumlah musisi dunia seperti The Smashing Pumpkins, Kurt Cobain, Eric Clapton, hingga Thom Yorke. Pengaruh tersebut terasa dalam pendekatan musikal dan eksplorasi emosional yang ia hadirkan di karyanya.

Mini album bertajuk “I Miss You” menjadi langkah awal Vionass memperkenalkan diri ke publik. Album ini berisi tiga lagu, yakni “Ruang Warna”, “Temaram”, dan “I Miss You”. Ketiga lagu tersebut memiliki benang merah berupa eksplorasi perasaan yang cukup dalam, mulai dari kebahagiaan hingga sisi gelap kehidupan.

“I Miss You” sendiri menjadi lagu utama yang mengangkat tema kerinduan mendalam, yang tidak hanya ditujukan kepada kekasih, tetapi juga dimaknai secara spiritual kepada Tuhan. Sementara itu, “Ruang Warna” hadir sebagai lagu yang lebih cerah dengan nuansa suka cita, terinspirasi dari suasana tempat rekreasi seperti Saloka Park. Di sisi lain, “Temaram” menggambarkan kondisi harapan yang redup dan depresi, terinspirasi dari kisah penulis lirik yang mengalami gangguan mental.

Seluruh lagu dalam mini album ini diciptakan oleh Vionass, kecuali “Temaram” yang ditulis oleh sosok bernama Cadald. Proses kreatifnya sendiri dilakukan secara independen, tanpa dukungan besar dari industri. Bahkan, untuk proses peluncuran resmi, Vionass mengaku masih mencari cara agar karyanya bisa lebih dikenal luas.

Meski begitu, semangatnya untuk terus berkarya tidak surut. Ia berharap bisa diterima di tengah ketatnya persaingan industri musik, sekaligus mendapatkan kesempatan tampil di berbagai panggung dan gigs.

“Yang penting terus proses. Saya ingin dikenal dan karya saya bisa didengar banyak orang,” ujarnya.

Ke depan, Vionass berencana terus mengembangkan karya dan memperluas jangkauan pendengarnya. Dengan semangat eksplorasi dan kejujuran dalam bermusik, ia optimistis bisa menemukan tempatnya sendiri di industri musik Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...