Skip to main content

Yeza and Mirror Hadirkan Dua Single Sekaligus, Angkat Cerita Kehidupan dan Emosi Cinta

Unit musik Yeza and Mirror resmi merilis dua single terbaru yang menandai langkah baru mereka di skena musik pop Indonesia. Grup yang terdiri dari Yesa, Mico Caster, dan Celyn ini tak hanya tampil sebagai vokalis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses instrumentasi dan produksi karya mereka.

Yeza and Mirror berasal dari Samarinda dan mengusung konsep musik yang banyak terinspirasi dari slice of life—cerita kehidupan sehari-hari, persoalan yang umum dialami banyak orang, hingga pengalaman dari orang-orang terdekat. Latar belakang tersebut menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter musik mereka yang lebih emosional dan dekat dengan realitas.

Perjalanan mereka di industri musik dimulai sejak 2018 dengan formasi awal yang digarap secara mandiri. Hingga akhirnya pada 2026, formasi lengkap dengan hadirnya personel baru membuat warna musik mereka semakin matang dan solid.

Dari sisi musikalitas, Yeza and Mirror mengusung genre pop dengan sentuhan subgenre yang memperkaya aransemen. Dua lagu yang dirilis berjudul “Sia-Sia Mencinta” dan “Sampai Kapanpun”. Lagu pertama mengisahkan seseorang yang telah memberikan seluruh usaha dalam sebuah hubungan namun berakhir sia-sia. Sementara itu, lagu kedua mengangkat tema cinta tulus yang berani dan teguh, bahkan dibandingkan dengan segala hal lainnya.

Proses kreatif kedua lagu ini berawal dari cerita yang didapatkan dari teman mengenai pengalaman hidup seseorang. Cerita tersebut kemudian diolah dan dikembangkan menjadi lirik serta komposisi musik yang utuh. Yesa berperan sebagai penulis sekaligus pencipta lagu, sementara Mico dan Gery terlibat dalam tahap awal penggarapan instrumen.

Menurut mereka, pesan utama dari rilisan ini adalah tentang banyaknya kisah kehidupan di berbagai lapisan usia dan generasi. Musik menjadi medium untuk menyampaikan emosi yang mungkin juga dirasakan banyak orang. Dibanding karya sebelumnya, single ini terasa lebih kuat di nuansa pop dan lebih emosional dalam penyampaiannya.

Respons awal dari pendengar dan orang terdekat pun terbilang cukup baik. Meski demikian, proses produksi kedua lagu ini memakan waktu hingga dua tahun sebelum akhirnya mencapai tahap final dan siap dirilis.

Kedua single tersebut resmi dirilis pada 12 Mei 2026 dan telah tersedia di berbagai platform digital. Untuk mendukung perilisan, Yeza and Mirror juga menyiapkan konsep visual berupa cover foto sebagai identitas utama proyek ini.

Ke depan, mereka berharap lagu-lagu ini dapat dirasakan secara emosional oleh lebih banyak pendengar. Tidak berhenti di sini, Yeza and Mirror juga memastikan akan terus menghadirkan karya baru di masa mendatang sebagai bagian dari perjalanan musik mereka.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...