Skip to main content

Rafty Raf Hadirkan Debut Single 'Masih Milik Dia', Angkat Kisah Cinta Halusinasi

Industri musik Indonesia kembali diramaikan kehadiran band baru bernama Rafty Raf. Grup asal Bali ini melepas single perdana berjudul 'Masih Milik Dia' pada 10 Mei 2025 kemarin, bertepatan dengan menandai awal kiprah mereka di dunia musik.

Rafty Raf beranggotakan empat personel yakni Raffi Kurniansyah sebagai vokalis, Yudha Dwipayana di rhythm guitar, Mahestra Wilothama pada lead guitar, dan Krisna Dipayana di bass. Meski baru aktif bermusik, mereka sudah punya identitas musikal yang jelas sejak awal terbentuk.

Band ini digagas oleh Raffi dan Krisna berangkat dari kejenuhan terhadap segmen musik yang mereka tekuni di band masing-masing. Dari situlah muncul keinginan menciptakan sesuatu yang baru namun tetap dekat dengan selera pasar, hanya saja dikemas lebih halus di telinga pendengar. Nama "Rafty Raf" sendiri diambil dari bahasa Inggris "rafty" yang berarti rakit atau perahu kayu, dipadukan dengan "Raf" dari nama Raffi sang vokalis.


Secara genre, Rafty Raf memilih jalur Pop. Ciri khas mereka terletak pada penulisan lirik percintaan yang sedikit berbeda. Alih-alih kisah patah hati atau bahagia biasa, band ini mengangkat tema halusinasi dan khayalan seseorang yang sedang jatuh cinta. Pengaruh musikal mereka pun datang dari Sheila On 7 dan Juicy Luicy, dua nama besar yang banyak mewarnai perjalanan musik mereka.

Single perdana 'Masih Milik Dia' bercerita tentang seorang pria yang ingin mengungkapkan isi hati kepada wanita pujaannya, padahal wanita itu sudah memiliki pasangan. Meski begitu, di sisi lain ia masih berangan-angan untuk memiliki sang pujaan hati dan rela menunggunya membuka pintu hati, walau takdir berkata lain. Lagu ini terinspirasi dari kisah asmara salah satu personel. Proses kreatifnya dimulai dari draft yang dibuat personel tersebut, lalu dilempar ke personel lain untuk brainstorming ide musik dan lirik sampai akhirnya rampung.

Pesan utama yang ingin disampaikan lewat lagu ini cukup sederhana. Rafty Raf mengajak pendengar untuk lebih berani mengungkapkan perasaan cinta kepada orang yang disukai. Jika keadaan tidak memungkinkan, setidaknya perasaan itu sudah diungkapkan, salah satunya lewat lagu. Karena ini single perdana, belum ada perbedaan signifikan dengan rilisan sebelumnya. Respon awal dari pendengar dan fans pun cukup baik, beberapa bahkan mengaku relate dengan isi lagu tersebut.

Target Rafty Raf lewat single 'Masih Milik Dia' adalah lagu ini bisa diterima khalayak ramai dan menyentuh kisah asmara para pendengarnya. Ke depan, mereka fokus mengembangkan promosi lewat konten di Instagram, TikTok, dan YouTube. Materi lagu kedua juga sudah mulai digarap, bersamaan dengan rencana beberapa event manggung dalam waktu dekat.

Untuk industri musik Indonesia, harapan Rafty Raf adalah agar genre musiknya semakin berwarna, dan semoga kehadiran mereka bisa menjadi salah satu warna baru. Pesan mereka untuk para pendengar dan pendukung pun senada dengan filosofi nama band: mari berlayar bersama, karena berawal dari rakit kecil, semoga bisa membawa mereka dan para pendengar menuju pelabuhan cinta dan tujuan hidup yang lebih besar ke depannya.

Single 'Masih Milik Dia' kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital streaming.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...