Skip to main content

Serafesya Tuangkan Kisah Jatuh Cinta Remaja Lewat Single "HEY"

Jakarta - Penyanyi muda berbakat Serafesya kembali menyapa penikmat musik Indonesia melalui single terbarunya berjudul HEY. Lagu yang resmi dirilis pada 1 Juni 2026 ini menjadi karya ketiga Serafesya setelah sebelumnya memperkenalkan warna musiknya lewat Rooftop dan U Can Have Him.

Meski terbilang pendatang baru di industri musik, Serafesya bukanlah nama asing di dunia seni pertunjukan. Penyanyi asal Jakarta ini telah aktif sejak usia dini dan dikenal sebagai performer di berbagai panggung musikal Indonesia. Selain itu, ia juga pernah tampil di film Gereja Setan serta menorehkan prestasi internasional dengan menjuarai sejumlah kompetisi menyanyi di Hong Kong dan Penang.

Kecintaannya terhadap musik sudah tumbuh sejak usia tiga tahun. Berawal dari hobi menyanyi dan menulis lagu, Serafesya akhirnya mulai merilis karya musiknya sendiri sekitar setahun terakhir.

Melalui HEY, Serafesya mengangkat kisah jatuh cinta ala remaja yang sederhana namun penuh makna. Lagu ini bercerita tentang rasa suka yang hadir bukan karena hal-hal besar atau spektakuler, melainkan dari momen-momen kecil yang terasa manis dan berkesan.

"Ada banyak cara untuk mengatakan rasa suka. Sebagian orang memilih kata-kata besar. Sebagian lainnya hanya berkata, 'hey'," ungkap Serafesya mengenai ide di balik lagu tersebut.

Menariknya, HEY sebenarnya sudah ditulis Serafesya saat dirinya berusia 15 tahun. Lagu itu sempat tersimpan lama dalam voice note sebelum akhirnya menemukan waktu yang tepat untuk dirilis. Proses kreatif yang berawal dari rekaman sederhana tersebut justru mempertahankan nuansa intim yang kini menjadi identitas utama lagu tersebut.

Dibalut sentuhan indie pop dan bedroom pop, HEY menghadirkan suasana hangat layaknya percakapan larut malam. Liriknya menggambarkan berbagai momen kecil yang sering hadir saat seseorang sedang jatuh cinta, mulai dari menonton film bersama, meminjam jaket orang yang disukai, hingga berharap kebersamaan itu berlangsung sedikit lebih lama.

"Aku suka lagu yang terdengar seperti pikiran random seseorang jam dua pagi. Dan HEY kurang lebih lahir dari perasaan itu," kata Serafesya.

Nuansa ringan dan dreamy yang mendominasi lagu perlahan berkembang menjadi lebih emosional pada bagian bridge. Aransemen yang semakin penuh menghadirkan sisi lain dari perasaan jatuh cinta yang sebelumnya terdengar santai dan playful.

Pengalaman Serafesya di dunia musical theatre, perfilman, hingga kompetisi musik internasional turut memengaruhi cara dirinya membangun emosi dan storytelling dalam setiap karya. Hasilnya, HEY terdengar personal namun tetap memiliki kekuatan naratif yang kuat.

Tak hanya dari sisi musik, visual yang menyertai perilisan lagu ini juga dirancang dengan konsep youthful dan dreamy. Warna-warna lembut yang digunakan menghadirkan kesan layaknya halaman scrapbook remaja yang sedikit nostalgik, sedikit berantakan, namun terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bagi Serafesya, HEY membawa pesan sederhana bahwa sesuatu yang indah sering kali hadir dari hal-hal kecil yang kerap luput dari perhatian.

Ke depan, penyanyi yang banyak terinspirasi oleh karya-karya Olivia Rodrigo, Sabrina Carpenter, dan Bernadya ini berencana melanjutkan perjalanan musiknya dengan merangkai sejumlah karya baru yang nantinya akan dirilis dalam format EP.

Sementara itu, promosi HEY akan dilakukan melalui berbagai platform digital, media sosial, serta dukungan dari kurator playlist untuk menjangkau lebih banyak pendengar. Dengan karakter musik yang jujur dan dekat dengan pengalaman sehari-hari, Serafesya berharap karya-karyanya dapat menjadi ruang untuk mengekspresikan diri sekaligus menghibur banyak orang.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...

Mahasiswa Universitas Panca Sakti Bekasi Edukasi Orang Tua soal Gizi dan Ketahanan Pangan untuk Cegah Stunting

Mahasiswa Universitas Panca Sakti Bekasi menggelar penyuluhan bertajuk “Pemenuhan Gizi dan Ketahanan Pangan” di TK RBA, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menyasar para orang tua sebagai upaya meningkatkan pemahaman terkait pentingnya gizi anak usia dini dan ketahanan pangan keluarga. Penyuluhan yang diinisiasi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi PG PAUD ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut menjadi kontribusi nyata akademisi dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia. Di bawah bimbingan dosen pengampu sekaligus pemerhati tumbuh kembang anak, Lia Kurniawaty, S.Pd., M.Pd., para mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat dan seimbang bagi anak. Ia menegaskan bahwa stunting tidak boleh dianggap remeh karena dapat berdampak pada perkembangan kecerdasan anak di masa depan. “Para orang tua perlu memiliki pemahaman yang baik te...