Skip to main content

Calvin Capnary Rilis "Sid & Nancy", Kisah Cinta yang Indah tapi Penuh Kerapuhan

Musisi asal Tangerang Selatan, Calvin Capnary, kembali meramaikan industri musik independen Indonesia lewat single terbarunya yang berjudul "Sid & Nancy". Lagu yang telah dirilis pada 9 Maret 2026 ini menghadirkan warna Twee Pop yang ringan, namun menyimpan cerita emosional tentang hubungan yang penuh gairah sekaligus rapuh.

Bagi Calvin, "Sid & Nancy" bukan sekadar mengambil inspirasi dari kisah cinta ikonik yang tragis. Ia menggunakan nama tersebut sebagai metafora untuk menggambarkan hubungan yang terasa begitu kuat, tetapi di saat yang sama menyimpan potensi saling melukai.

"Lagu ini tentang hubungan yang terasa sangat hidup. Kadang indah, kadang kacau, tetapi selalu penuh emosi," ujar Calvin.

Lewat lirik yang sederhana dan aransemen gitar yang lembut, Calvin mengajak pendengar memahami bahwa cinta yang besar tidak selalu berarti hubungan yang sehat. Lagu ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara mencintai orang lain dan tetap menghargai diri sendiri.

Secara musikal, Calvin tetap mempertahankan karakter Twee Pop yang menjadi identitasnya. Nuansa melankolis dipadukan dengan aransemen minimalis membuat emosi dalam lagu terasa lebih intim dan mudah diterima pendengar.

Perjalanan bermusik Calvin sendiri sudah dimulai sejak 2006. Ia pernah menjadi vokalis band punk rock Jealous Lovers hingga 2015, kemudian bergabung dengan band britpop Song Before Breakfast saat menempuh pendidikan di Yogyakarta. Setelah rekan-rekannya lulus kuliah dan kembali ke daerah masing-masing, Calvin memutuskan memulai proyek solo pada 2013. Dalam proses rekamannya, ia bahkan memainkan seluruh instrumen musik sendiri.

Sebelum menggunakan nama aslinya, Calvin sempat memakai nama panggung NATH yang merupakan singkatan dari Nibbana, A True Happiness. Namun, ia akhirnya memilih kembali menggunakan nama Calvin Capnary agar lebih sederhana dan mudah dikenal.

Musik, menurut Calvin, merupakan ruang untuk mengekspresikan cerita dan emosi yang sulit disampaikan lewat kata-kata biasa. Baginya, berkarya bukan hanya soal mencari pengakuan, tetapi juga menjadi bentuk aktualisasi diri dan cara menemukan kebahagiaan.

"Saya ingin terus berkarya. Kalau ada yang menyukai karya saya, itu adalah bonus. Yang terpenting, musik menjadi bagian dari perjalanan hidup saya," katanya.

Dalam berkarya, Calvin mengaku banyak terinspirasi oleh musisi seperti Morrissey, Radiohead, Club 8, Acid House Kings, The Strokes, The Kooks, hingga Blur. Meski begitu, ia tetap memilih memainkan musik berdasarkan apa yang menurutnya terdengar jujur dan nyaman.

Sebelum "Sid & Nancy", Calvin telah merilis sejumlah lagu seperti Hingga Waktu Ku Berlalu, Like a Baby With His Candy, Delusi, Hunky Dory?, dan All I Need Is You. Salah satu lagunya, Like a Baby With His Candy, bahkan pernah menempati posisi pertama Indie On Chart Geronimo FM Yogyakarta serta mendapat rotasi di sejumlah radio lokal.

Ke depan, Calvin berencana terus merilis karya-karya baru, memperluas jangkauan pendengar melalui platform digital, media sosial, hingga berbagai panggung musik independen.

Di luar dunia musik, Calvin juga aktif sebagai dosen di salah satu universitas swasta di Indonesia. Selain itu, ia berkarier sebagai profesional di perusahaan serta menjadi trainer dan konsultan yang berfokus pada Human Experience Management, strategi korporasi, dan transformasi digital.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...