Skip to main content

Mardedi.J Angkat Fenomena Hubungan Tak Sehat Lewat Single "Cinta Toxic

Penyanyi dan pencipta lagu asal Jakarta, Mardedi.J, kembali memperkenalkan karya terbarunya bertajuk "Cinta Toxic". Lewat single ini, ia mengangkat kisah tentang hubungan yang tidak sehat, sebuah fenomena yang menurutnya masih banyak dialami oleh banyak orang.

Pemilik nama lengkap Mardedi Johan itu mengaku telah menekuni dunia musik selama sekitar 10 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, ia mulai membangun karier sebagai solois dengan merilis karya-karya orisinal yang lahir dari pengalaman, pengamatan, serta cerita di sekitarnya.

Bagi Mardedi.J, musik menjadi media untuk menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan melalui kata-kata. Hal itu pula yang mendorongnya terus berkarya sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu.

Mengusung warna pop dengan sentuhan pop ballad yang mudah dinikmati, Mardedi.J terinspirasi oleh berbagai musisi Indonesia maupun mancanegara yang dikenal memiliki lirik kuat dan emosional. Karakter tersebut kemudian ia tuangkan ke dalam setiap karya yang diciptakannya.

Single "Cinta Toxic" menceritakan seseorang yang bertahan dalam hubungan yang justru menyakitinya. Lagu ini terinspirasi dari realitas yang banyak ditemui, ketika seseorang merasa sulit melepaskan hubungan yang sebenarnya sudah tidak lagi sehat.

"Lagu ini ingin mengingatkan bahwa cinta seharusnya membawa kebahagiaan, bukan rasa sakit. Jangan takut meninggalkan hubungan yang tidak sehat demi kebaikan diri sendiri," ujar Mardedi.J.

Menariknya, seluruh proses penulisan lagu "Cinta Toxic" dikerjakan sendiri oleh Mardedi.J. Ia ingin menyampaikan pesan secara jujur melalui sudut pandang yang dekat dengan kehidupan banyak orang.

Single "Cinta Toxic" resmi dirilis pada Juli 2026 dan kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital, seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, TikTok, Instagram, Facebook, serta layanan streaming musik lainnya.

Untuk memperluas jangkauan lagu tersebut, Mardedi.J juga aktif mempromosikannya melalui media sosial dan mengajak para kreator konten menggunakan "Cinta Toxic" sebagai musik latar video mereka.

Ke depan, Mardedi.J berencana terus merilis single baru, mempersiapkan mini album maupun album penuh, serta menjangkau lebih banyak pendengar di Indonesia hingga pasar internasional. Ia berharap "Cinta Toxic" dapat menjadi teman bagi mereka yang pernah atau sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat, sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap orang berhak mendapatkan cinta yang saling menghargai.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...