Skip to main content

Nood Kink Rilis 'A Shadow Haunts My Mind', Suguhkan Warna Baru Tanpa Kehilangan Identitas

Duo alternative/indie rock asal Yogyakarta, Nood Kink, kembali memperkenalkan karya terbaru mereka lewat single berjudul A Shadow Haunts My Mind. Lagu yang resmi dirilis di seluruh platform musik digital pada Jumat (25/6/2026) ini menjadi penanda eksplorasi musikal baru tanpa meninggalkan identitas yang telah mereka bangun sejak 2019.

Selama ini Nood Kink dikenal sebagai band dengan warna alternative dan indie rock yang kuat. Berbagai single hingga album yang mereka rilis dalam lima tahun terakhir menjadi bukti konsistensi mereka menghadirkan musik yang jujur dengan karakter gitar yang sedikit terdistorsi, bass yang tegas, serta lirik yang dekat dengan keseharian.

Kini, Nood Kink hanya diperkuat dua personel, yakni Toy (gitar, vokal) dan Katarina (bass, vokal). Meski formasi berubah, keduanya menegaskan bahwa Nood Kink tidak pernah berhenti berkarya. Mereka tetap berjalan dengan ritme sendiri, tanpa terpaku pada angka maupun algoritma yang kini kerap menjadi tolok ukur industri musik.

Semangat itulah yang melahirkan A Shadow Haunts My Mind. Berbeda dari karya-karya sebelumnya, lagu berdurasi 3 menit 52 detik ini menghadirkan nuansa yang lebih luas secara musikal maupun emosional. Proses rekamannya dilakukan di Watchtower, sementara tahap mixing dan mastering dipercayakan kepada Bable Sagala.

Secara lirik, lagu ini berbicara tentang perjalanan setiap manusia dalam menemukan sesuatu yang selama ini terasa jauh, padahal sesungguhnya telah ada di dalam diri sendiri. Alih-alih menggunakan metafora yang rumit, Nood Kink memilih pendekatan yang lugas dan deskriptif sehingga pesan dalam lagu terasa lebih dekat dengan pendengar.

Setiap bait menggambarkan jejak perjalanan, keraguan, hingga rasa rapuh ketika seseorang menghadapi berbagai tantangan hidup. Kesederhanaan penyampaiannya justru membuka ruang bagi pendengar untuk membangun keterikatan emosional dengan cerita yang disampaikan.

Meski hadir sebagai rilisan terbaru, A Shadow Haunts My Mind bukan menjadi penanda menuju mini album atau proyek rekaman berikutnya. Bagi Nood Kink, setiap lagu merupakan perjalanan yang berdiri sendiri, menjadi medium untuk menyampaikan duka, luka, hingga sukacita yang lahir dari pengalaman hidup.

Berangkat dari Bantul dan Sleman yang dipertemukan di Yogyakarta, Toy dan Katarina membangun Nood Kink sebagai ruang eksplorasi musik yang terasa seperti sebuah percakapan. Kadang selaras, kadang berjarak, tetapi tetap menyimpan benang merah yang kuat dalam setiap karya.

Melalui rilisan-rilisan sebelumnya seperti Life Is Good (And Nothing You Should Worry About), Blue Sunset, hingga Thank God It's Friday, Nood Kink telah menunjukkan spektrum emosi yang luas. Di balik setiap aransemen, mereka mengangkat kegelisahan tentang manusia yang berusaha memahami hidup, kendali yang sering kali semu, serta keraguan yang tidak selalu harus memiliki jawaban.

Dengan A Shadow Haunts My Mind, Nood Kink kembali menegaskan keyakinan mereka bahwa musik yang ditulis dengan jujur dan penuh kesadaran akan selalu menemukan pendengarnya, terlepas dari tren maupun tuntutan industri.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...