Skip to main content

Puteri Kurniawan Gelorakan Kembali 'Menyalalah Indonesia', Lagu Penyemangat Sambut Semangat Kemerdekaan

Penyanyi Puteri Kurniawan kembali menggelorakan lagu bertajuk Menyalalah Indonesia pada Juli 2026. Lagu yang pertama kali lahir di tengah euforia Olimpiade Paris itu kini dihadirkan kembali sebagai pengingat akan pentingnya persatuan, optimisme, dan semangat berkarya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi Puteri, musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga media untuk menyampaikan cerita dan menyebarkan energi positif kepada masyarakat.

"Musik sudah menjadi bagian dari hidup saya sejak kecil. Bermusik bukan hanya tentang menghasilkan lagu, tetapi juga menyampaikan cerita, semangat, dan perasaan yang mungkin juga dirasakan banyak orang," ujar Puteri.

Inspirasi Menyalalah Indonesia muncul ketika Puteri menyaksikan perjuangan atlet-atlet Indonesia di ajang Olimpiade Paris. Semangat juang yang mereka tunjukkan menjadi pemantik lahirnya sebuah lagu yang diharapkan mampu membakar optimisme masyarakat Indonesia.

"Lagu ini saya ciptakan sebagai penyemangat, bukan hanya untuk para atlet, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia agar terus percaya bahwa kita mampu membawa bangsa ini semakin maju," katanya.

Judul Menyalalah Indonesia dipilih dengan makna yang mendalam. Kata "menyalalah" menjadi simbol semangat yang terus hidup, harapan yang tak pernah padam, serta keberanian untuk terus melangkah menghadapi berbagai tantangan.

Dari sisi musikalitas, lagu ini mengusung warna pop yang dipadukan dengan sentuhan orkestral sehingga menghadirkan nuansa megah dan penuh semangat. Puteri juga berupaya menyisipkan identitas Indonesia melalui aransemen yang membangun rasa bangga terhadap Tanah Air.

Proses produksinya melibatkan sejumlah musisi dan tim kreatif yang memiliki visi serupa. Lagu ini dikomposeri oleh Nunik Andriastuti, diaransemen oleh Rezzol, dan diproduseri oleh Nunik Andriastuti.

Menurut Puteri, momen paling berkesan selama proses produksi terjadi ketika seluruh instrumen musik dan vokalnya mulai menyatu.

"Saat mendengarkan hasil akhirnya, saya benar-benar merasakan emosi yang ingin disampaikan lagu ini. Rasanya semua kerja keras selama proses produksi terbayarkan," ungkapnya.

Pemilihan Juli 2026 sebagai momentum untuk kembali memperkenalkan lagu tersebut juga bukan tanpa alasan. Menjelang bulan kemerdekaan, Puteri melihat semangat nasionalisme biasanya mulai tumbuh di berbagai kalangan masyarakat.

Karena itu, ia berharap Menyalalah Indonesia dapat menjadi salah satu lagu yang menemani sekaligus menguatkan semangat tersebut.

Untuk menjangkau lebih banyak pendengar, Puteri dan tim telah menyiapkan berbagai strategi promosi digital. Kampanye akan dilakukan melalui kolaborasi dengan kreator konten dan KOL, TikTok Live, media sosial, hingga berbagai tantangan kreatif yang mengajak masyarakat ikut menyebarkan semangat positif melalui lagu tersebut.

Meski ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia, Puteri berharap generasi muda menjadi salah satu pendengar utama karena mereka merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa.

Ke depan, Puteri juga mengungkapkan tengah menyiapkan sejumlah kejutan, termasuk kemungkinan menghadirkan lagu tersebut dalam format baru maupun penampilan spesial agar semakin dekat dengan para pendengar.

Di akhir perbincangan, Puteri menyampaikan harapannya agar Menyalalah Indonesia mampu menjadi energi positif di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

"Semoga kita semua terus menjaga semangat, saling menguatkan, dan tidak pernah berhenti mencintai Indonesia. Apa pun profesi dan peran kita, mari terus memberikan yang terbaik untuk bangsa. Terus berkarya, terus bermimpi, dan biarkan semangat Indonesia selalu menyala di hati kita," tutupnya.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...