Skip to main content

Skulleight Kenalkan EP Budak Hujung Kota Vol. 1, Bawa Kisah Anak Pinggiran yang Mengejar Mimpi

Rapper independen asal Kuching, Sarawak, Skulleight resmi memperkenalkan EP terbarunya bertajuk Budak Hujung Kota Vol. 1. Lewat karya ini, ia mengangkat cerita tentang.perjalanan hidup, perjuangan, dan realitas yang dihadapi banyak anak muda yang tumbuh jauh dari kemewahan.

Musisi bernama lengkap Khalid Hanafi itu telah lebih dari 10 tahun berkarya sebagai rapper, penulis lagu, sekaligus performer. Lahir di Kelantan, besar di Sabah, dan kini menetap serta mewakili Kuching, Sarawak, perjalanan hidupnya menjadi fondasi utama dalam setiap karya yang ia ciptakan.

Dirilis secara independen, Budak Hujung Kota Vol. 1 berisi lima lagu, yakni Memori, B40, Budak Hujung Kota, Turun Naik, dan Astrowave. Masing-masing lagu menghadirkan cerita yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu benang merah tentang kehidupan seseorang yang tumbuh dalam keterbatasan sambil terus mengejar impian.

Sebagai pendiri kolektif hip-hop Sarawak, Tikar Terbang, Skulleight konsisten membawa identitas musik lokal melalui lirik yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan pengalaman nyata.

Salah satu lagu yang kini menjadi fokus promosi adalah Aku Yang Semalam, yang merupakan bagian dari EP tersebut. Lagu ini mengangkat tema fake love, tentang seseorang yang pernah memberikan segalanya, tetapi akhirnya menyadari bahwa tidak semua kasih sayang, persahabatan, maupun dukungan datang dengan ketulusan.

"Lagu ini lahir dari pengalaman dan pengamatan terhadap realitas kehidupan. Ada orang yang hanya hadir ketika kita berada di atas, lalu menghilang saat keadaan berubah," ujar Skulleight.

Melalui lagu tersebut, ia ingin menyampaikan pesan agar setiap orang lebih menghargai diri sendiri dan tidak mudah percaya kepada semua orang. Menurutnya, pengalaman dikhianati memang menyakitkan, tetapi juga menjadi pelajaran untuk tumbuh lebih dewasa dan bijaksana dalam memilih orang-orang yang benar-benar tulus.

Dalam bermusik, Skulleight mengusung warna Hip-Hop, Trap, dan Melodic Rap. Ia mengaku banyak terinspirasi oleh Playboi Carti, Future, Travis Scott, Ken Carson, Skepta, hingga Alyph. Meski begitu, ia tetap berusaha membangun karakter musik yang memiliki identitas sendiri dan tidak sekadar mengikuti tren.

Ke depan, Skulleight menargetkan musiknya bisa menjangkau lebih banyak pendengar, khususnya di Malaysia dan Indonesia. Ia juga ingin membuktikan bahwa musisi independen mampu menghasilkan karya berkualitas yang dapat bersaing di tingkat regional.

Untuk memperkenalkan EP Budak Hujung Kota Vol. 1, Skulleight menjalankan promosi melalui media sosial, platform streaming digital, playlist Spotify, radio, media hiburan, hingga berbagai penampilan langsung. Ia juga mulai memperluas promosi ke Indonesia dan membuka peluang kolaborasi dengan musisi dari kedua negara.

"Bagi saya, musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga media untuk menyampaikan cerita yang dekat dengan kehidupan. Saya berharap karya-karya saya bukan hanya didengar, tetapi juga bisa memberikan makna bagi setiap pendengar," tutup Skulleight.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...