Skip to main content

Sophia Montecarlo: Penyanyi Lintas Negara yang Siap Rilis Single "Alone" 10 Juli 2026

Dunia musik internasional kembali kedatangan talenta baru yang patut diperhitungkan. Swirtty Mae Nibley, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Sophia Montecarlo, tengah bersiap merilis single terbarunya bertajuk "Alone" pada 10 Juli 2026 mendatang.

Lahir di Malate, Manila dan besar di Quezon City, Filipina, Sophia kini menetap di Portland, Oregon. Lulusan Trinity University of Asia jurusan Mass Communication, Broadcasting ini bukan penyanyi kemarin sore. Ia sudah bernyanyi sejak umur 3 tahun untuk keluarga, dan umur 5 tahun sudah tampil di depan penonton. Total kariernya di dunia musik dan hiburan sudah lebih dari dua dekade, mulai dari televisi, panggung live, sampai platform streaming.

Musik memang sudah mengalir di darah Sophia. Ayahnya, Aladino Nibley yang juga penulis lagu, jadi mentor pertamanya sejak usia 3 tahun. Kakeknya, Lloyd Nibley, bahkan membantunya menghafal lirik lagu pertama sebelum ia bisa membaca. Bakat itu lalu mengantarnya ke layar kaca. Karier televisinya dimulai saat umur 10-11 tahun lewat GMA-7 "Eat Bulaga! Birit Baby", dan berlanjut jadi finalis teratas di ABS-CBN "Born Diva".

Vokal Power Ballad dengan Sentuhan Pop Modern

Soal genre, Sophia mengaku serba bisa. Ia suka mengeksplorasi banyak gaya musik. Tapi ciri khasnya adalah memadukan emosi mendalam dari classic power ballad dengan produksi pop modern yang jernih. Gaya vokal powerhouse itu tak lepas dari pengaruh ayahnya dan diva-diva legendaris seperti Mariah Carey, Whitney Houston, Celine Dion, Lara Fabian, Monica Naranjo, Nafa Urbach, hingga Inka Christie.

"Musik adalah warisan keluarga bagiku. Ayahku mewariskan semua yang dia pelajari dari bernyanyi langsung kepadaku," ujar Sophia.

Tujuan Sophia sederhana tapi kuat: terus bernyanyi selama masih punya suara. Ia juga punya misi unik, yaitu belajar bahasa-bahasa baru lewat musik. Meski tak fasih bicara, ia ingin bisa terhubung dan mengekspresikan bahasa itu lewat lagu.

Single "Alone", Kisah Kerentanan dan Rindu

Single "Alone" yang akan rilis 10 Juli 2026 ini terinspirasi dari band rock legendaris Heart. Lagunya memadukan emosi mendalam ala rock klasik dengan produksi pop modern. Proses penggarapan digarap oleh produser Oktavian Aditya dan sound engineer Nick Bernyk. Liriknya ditulis oleh tim songwriting Billy Steinberg dan Thomas F. Kelly.

"Lagunya menangkap emosi rindu dan kerentanan yang intens. Itu perasaan klasik yang kuat tentang ingin bersama orang yang kita cintai," jelas Sophia.

Ini bukan rilis pertama Sophia di 2026. Sebelumnya ia sudah merilis "White Flag", "Someone Special", dan lagu crossover berbahasa Indonesia "Hatiku Bagai Di Sangkar Emas". Setelah "Alone", ia berencana terus membangun katalog dan mendorong musiknya masuk playlist global serta promosi internasional.

Dari Panggung Anime Sampai Crossover Indonesia

Perjalanan Sophia juga unik. Setelah pindah ke AS, ia pernah menjuarai Kumoricon Idol 2019 di Portland, Oregon. Kumoricon sendiri adalah salah satu event anime dan cosplay terbesar di Pacific Northwest.

Sebagai artis independen, Sophia ingin membuktikan bahwa musik tanpa batas label besar tetap bisa menjangkau pendengar global. Ia konsisten merilis lagu untuk berbagai "vibe" - dari ballad Inggris klasik sampai lagu crossover budaya lain.

Dengan vokal, pengalaman panggung, dan semangat lintas negara, Sophia Montecarlo siap jadi nama yang terus diperhitungkan di kancah musik internasional. Single "Alone" bisa jadi titik lompatan berikutnya.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...