Skip to main content

Terinspirasi dari Japanese Rock hingga sentuhan Indie Folk: Wahyu Zein Rilis EP "Kau Aku dan Waktu

Penyanyi dan musisi asal Pandeglang, Banten, Wahyu Zein resmi merilis Extended Play (EP) perdananya bertajuk Kau Aku dan Waktu pada 9 Juli 2026. Mini album tersebut menghadirkan tiga lagu, yakni Karena Cara, Kau Aku dan Waktu, dan Tomorrow was You, yang kini telah tersedia di berbagai platform musik digital.

Meski baru memulai perjalanan sebagai penyanyi pada 2021, Wahyu sebenarnya telah lama berkecimpung di dunia musik. Ia mengawali langkahnya sebagai keyboardist sejak duduk di bangku SMP sebelum akhirnya memutuskan untuk tampil sebagai vokalis dan merilis single religi bertajuk Ramadhan Satukan Kekuatan.

Bagi Wahyu, musik bukan sekadar hobi, melainkan ruang untuk mengekspresikan pemikiran, perasaan, dan kreativitas. Hal itulah yang membuatnya memilih menekuni dunia musik secara lebih serius.

Identitas musikal Wahyu banyak dipengaruhi genre Japanese Rock (J-Rock) dan Japanese Pop (J-Pop). Pengaruh tersebut berawal dari masa sekolah ketika ia dan bandnya kerap membawakan lagu-lagu milik J-Rocks. Karakter musik, aransemen, hingga energi yang ditampilkan band tersebut masih melekat dalam karya-karyanya hingga kini.

Selain J-Rocks, Wahyu juga mengaku terinspirasi oleh musisi Jepang seperti L'Arc-en-Ciel dan Official Hige Dandism, terutama dalam membangun energi saat tampil di atas panggung.

Proses pengerjaan EP Kau Aku dan Waktu memakan waktu sekitar dua hingga tiga tahun. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah membagi waktu antara proses produksi musik dengan kesibukan pekerjaan utama.

EP tersebut menjadi hasil kolaborasi bersama sahabat-sahabat terdekatnya. Lirik lagu Karena Cara ditulis oleh Sarkobe, lagu utama Kau Aku dan Waktu ditulis oleh Hakiki Aji, sementara Tomorrow was You ditulis langsung oleh Wahyu Zein.

Melalui ketiga lagu tersebut, Wahyu ingin menyampaikan pesan optimisme di dalam rasa sedih. Menurutnya, setiap orang pasti melewati berbagai dinamika kehidupan, hubungan, maupun perjalanan waktu, tetapi pada akhirnya semua akan baik-baik saja jika kita ikhlas menerimanya.

Usai merilis EP ini, Wahyu berfokus memperluas jangkauan pendengar melalui promosi digital, media, radio, hingga komunitas musik. Di saat yang sama, ia juga mulai menyiapkan materi baru untuk proyek berikutnya agar tetap konsisten berkarya.

Ke depan, Wahyu berharap dapat terus menghasilkan karya yang jujur, berkolaborasi dengan lebih banyak musisi, serta mempersiapkan penampilan panggung yang semakin matang untuk memperkenalkan musiknya kepada penikmat musik Indonesia yang lebih luas.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...