Skip to main content

Turn On Power Rayakan 15 Tahun Berkarya Lewat Album "Menjadi Dewasa

Band rock asal Bandar Lampung, *Turn On Power*, resmi merayakan perjalanan 15 tahun mereka di industri musik independen dengan merilis album terbaru bertajuk "Menjadi Dewasa".

Lima belas tahun bukan waktu yang sebentar. Di tengah jarak, kesibukan, hingga dinamika kehidupan, Turn On Power justru membuktikan bahwa semangat bermusik mereka nggak pernah padam. Album "Menjadi Dewasa" jadi bukti nyata kalau waktu bisa mengubah banyak hal, tapi nggak bisa memadamkan mimpi.

Turn On Power sendiri terbentuk sejak 10 Maret 2011. Awalnya beranggotakan lima orang, kini band ini melanjutkan perjalanan sebagai trio. Meski tinggal di kota yang berbeda, Dimas Dhartawan di posisi vokal, gitar, dan penulis lagu, Adithya Perkasa di bass dan vokal, serta Yoga Prasetyo di drum, tetap kompak berkarya. Mereka rutin manggung dari Jakarta sampai Bandar Lampung dan kota-kota lain di Indonesia.

Secara musikal, Turn On Power masih setia dengan warna rock yang kental nuansa pop-punk. Nama-nama seperti Pee Wee Gaskins hingga Simple Plan jadi salah satu referensi besar mereka. Tapi di album ini, mereka juga berusaha menghadirkan identitas yang lebih matang dan personal.

"Menjadi Dewasa" ibarat diary perjalanan Turn On Power. Dari masa-masa bareng-bareng sekolah, nongkrong, sampai akhirnya harus menjalani hidup masing-masing. Meski terpisah jarak, mereka tetap menyatukan cerita itu lewat 7 lagu:  

"Gama Harsa", "Arti Frasa Berbeda", "Narasiku", "Merayakan Kalah", "Bait Bermuara", "Prosa Tanpa Titik", dan "Epilog Memori".

Setiap lagu punya benang merah. Mulai dari kisah perjalanan, perbedaan cara pandang, jatuh bangun, sampai akhirnya sampai di titik penerimaan. Sebagian besar lagu ditulis oleh Dimas D Hartawan berdasarkan pengalaman pribadi para personel. Sementara "Merayakan Kalah" ditulis Adithya Perkasa yang ingin menyampaikan pesan kalau kalah bukan akhir, tapi awal untuk bangkit lagi.

Proses penggarapan album ini juga cukup unik. Karena terpisah jarak, mereka banyak diskusi lewat WhatsApp, tukar file DAW, lalu mematangkan semuanya bareng produser Shidunt Monokrom saat akhirnya bisa ketemu.

Untuk album ini, Turn On Power sengaja nggak mengajak kolaborator lain. Mereka mau menunjukkan versi paling jujur dari Turn On Power saat ini.

Kalau ditanya satu lagu yang paling mewakili isi album, mereka menunjuk "Epilog Memori". Lagu penutup ini merangkum seluruh perjalanan emosional di 6 lagu sebelumnya.

Lewat "Menjadi Dewasa", Turn On Power berharap musik mereka bisa jadi teman dan penguat untuk siapa pun yang sedang berjuang mengejar mimpi.

"Buat kami, mimpi jadi rockstar dari 15 tahun lalu sampai sekarang masih sama. Kami masih percaya itu bisa kejadian. Semoga lagu-lagu kami juga bisa jadi bahan bakar buat orang lain yang lagi berjuang," ujar Turn On Power.

Album "Menjadi Dewasa" sudah bisa didengarkan di seluruh platform musik digital seperti Spotify dan Apple Music. Selain itu, Turn On Power juga menyiapkan video lirik dan berbagai konten promosi lain untuk menemani perilisan album ini.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...