Skip to main content

Marinsow Kembali Merilis Album Berjudul “MW”

Marinsow akhirnya kembali merilis album baru berjudul “MW” yang dua bulan sebelumnya didahului single berjudul “Two Words” sebagai jembatan baru setelah kurang lebih 5 tahun tersendat-sendat dalam perampungan materi lama karena disibukkan oleh pekerjaan masing-masing personel. Album “MW” dirilis tanggal 6 September 2026 hanya di Bandcamp sebagai platform digitalnya, dan juga YouTube dalam versi utuh 30 menit. Berisi 8 lagu yang wajib didengarkan mulai dari track 1–8 untuk mendapatkan isi dari konsep album ini.

Singkat cerita, judul MW sendiri dideskripsikan sebagai Medium Wave yang biasa disebut gelombang sedang radio. Isi album ini berisi 8 lagu yang terkonsep karena musiknya yang terus bersambung.

Dibuka dengan track pertama berjudul “Mystical Ways”, berisi tentang perjalanan yang penuh pertanyaan yang akhirnya terjawab di track selanjutnya seperti instrumental “Reckless” dan “Eclipse”, berlanjut ke track ke-4 berjudul “Sihir” yang berisi tentang bahasa lain dari teknologi yang tidak bisa terlepas dari tangan dan pikiran kita, yang di dalam liriknya begitu lugas dan to the point. Begitu juga track ke-5 berjudul “Air”, di mana air adalah sumber kehidupan, akan tetapi di dalam bahasa apokaliptik dan biblical, Air menunjukkan suatu kumpulan manusia yang banyak yang akan menghadapi kehidupan yang mengenaskan.

Di track ke-6 berjudul “Bosan”, sama seperti 5 track sebelumnya yang memang ditulis sekitar tahun 2020, berisi cerita kebosanan dalam menjalankan ego yang tidak ada habisnya, yang pada akhirnya ternyata semua ego yang dimainkan hanya masuk lewat pintu ilusi ke dalam pertunjukan kaisar untuk menghibur rakyatnya, sama seperti peradaban awal kerajaan hingga kerajaan sekarang, seperti lirik yang ada di track ke-7 “Roti dan Pertunjukan”.

Di akhir album ditutup oleh “Kami Akan Kembali Lagi”, di mana sebagai pertemanan yang memang tidak lepas dari musik, kami tidak akan memaksakan diri jika kami akan membuat karya lagi. Setidaknya kami tahu apa sebenarnya jalan cerita ini.

Mulai dari cover art album dan lirikal dikonsep oleh Glenndy Peruge. Penulisan dan ide lagu berasal dari pengalaman kehidupan pribadi dan juga banyak tulisan, terlebih khusus seperti biblical, eskatologi, apokaliptik, dan buku-buku sejarah awal peradaban manusia hingga peradaban hari ini yang selalu terulang sama dan sesuai fakta.

Semua kegiatan kreatif perekaman instrumen dikerjakan di The House of Echoes / Si Tou Records. Komposisi musik berasal dari beberapa elemen dan eksperimen sound design dikerjakan penuh oleh Wino (Magnolia Celebration) sampai dalam proses editing, mixing, hingga mastering. Wino emang canggih! Thank you, brangs

Marinsow adalah kelompok musik dari Manado, Sulawesi Utara yang dibentuk oleh Glenndy Peruge & Eben Ratela sejak 2019, beberapa bulan setelah itu Raino, Timoti, & Aditia (Los Pharos) ikut bergabung tahun 2020. Memadukan 60s garage, punk, psychedelia, dan banyak suara lainnya. Marinsow sebelumnya telah merilis beberapa single dan sebuah album EP yang bisa juga didengarkan di semua platform digital.

FEED YOUR HEAD!

https://marinsow.bandcamp.com/album/mw

Email: marinsowofficial@gmail.com

Instagram: @marinsow

Facebook: @marinsow

YouTube: @marinsowmusic

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...