Skip to main content

TCO Project Rilis “Waktu Yang Tak Tepat”, Cerita Cinta dari Depok-Bogor Mulai Terdengar hingga Malaysia

 


TCO Project kembali melanjutkan perjalanan musiknya lewat single terbaru berjudul “Waktu Yang Tak Tepat”. Lagu tersebut resmi dirilis pada 5 September 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian cerita yang sebelumnya telah dibangun melalui dua single, “Genggam Tanganku” dan “Jangan Pergi Dulu”.

Band asal Depok-Bogor, Jawa Barat, yang mengusung genre pop easy listening ini memang mencoba menghadirkan karya dengan pendekatan cerita dan lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lewat musiknya, TCO Project banyak mengeksplorasi kisah tentang cinta, hubungan, perasaan, kehilangan, hingga pilihan yang hadir dalam kehidupan.

Karena itu, ketiga single tersebut tidak ingin mereka hadirkan sebagai rilisan yang berdiri sendiri. Ada benang merah cerita yang menghubungkan “Genggam Tanganku”, “Jangan Pergi Dulu”, dan kini “Waktu Yang Tak Tepat”.

Lewat “Waktu Yang Tak Tepat”, TCO Project mengangkat kisah tentang perasaan yang sudah lama tersimpan dan akhirnya menemukan keberanian untuk diungkapkan. Namun, ketika perasaan itu akhirnya disampaikan, keadaan justru tidak lagi berada pada waktu yang tepat.

Cerita tersebut menjadi inti dari lagu terbaru TCO Project. Tema yang sederhana, tetapi dekat dengan kehidupan banyak orang. Sebab, dalam sebuah hubungan, tidak semua perasaan berujung pada kesempatan untuk bersama.

Dari sisi musik, TCO Project masih mempertahankan karakter pop easy listening yang menjadi warna mereka. Meski begitu, melalui rilisan terbaru ini, mereka mencoba menghadirkan pendekatan musikal dan storytelling yang semakin matang.

“Kami ingin setiap lagu memiliki cerita dan bisa saling terhubung. Harapannya, pendengar bukan hanya mendengarkan lagunya, tetapi juga bisa menemukan bagian dari cerita mereka sendiri di dalamnya,” ujar TCO Project.

Perjalanan TCO Project juga mulai menunjukkan perkembangan dari sisi pendengar. Berdasarkan data Spotify for Artists periode 17 Juli hingga 13 Agustus 2026, TCO Project mencatat 3.384 listeners worldwide. Angka tersebut meningkat 34,5 persen dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 2.516 listeners.


Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah pendengar terbesar. Menariknya, Malaysia berada di posisi kedua dengan 165 listeners pada periode tersebut.

Bagi TCO Project, munculnya pendengar dari Malaysia menjadi bagian menarik dalam perjalanan mereka sebagai band yang berangkat dari Depok-Bogor. Perkembangan tersebut menjadi tanda bahwa karya yang mereka buat mulai menemukan pendengar di luar Indonesia.

Konsep cerita berkesinambungan juga menjadi salah satu identitas yang terus dikembangkan TCO Project. Perjalanan dimulai dari “Genggam Tanganku”, kemudian berlanjut melalui “Jangan Pergi Dulu”, dan kini memasuki babak berikutnya lewat “Waktu Yang Tak Tepat”.

Ketiga lagu tersebut membawa cerita mengenai cinta, perasaan, pilihan, serta keadaan yang terkadang dapat mengubah arah sebuah hubungan. Bagi TCO Project, rangkaian tersebut bukan sekadar konsep dalam rilisan, tetapi menjadi cara mereka memperkenalkan karakter musik kepada pendengar.

Sebagai band yang masih membangun perjalanan di industri musik, TCO Project memilih berkembang secara bertahap. Selain merilis karya melalui platform digital, mereka juga terus memperkenalkan musiknya melalui live performance, acoustic session, media sosial, serta berbagai aktivitas bersama komunitas dan penikmat musik.

Dengan hadirnya “Waktu Yang Tak Tepat”, TCO Project berharap bisa menjangkau lebih banyak pendengar sekaligus melanjutkan cerita yang sudah mereka mulai.

“Waktu Yang Tak Tepat” telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 5 September 2026.

Dari Depok-Bogor, cerita TCO Project perlahan terdengar lebih jauh. Dan bagi mereka, cerita itu masih belum selesai.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...