Skip to main content

Annisa Chaca Ceritakan Pengalaman Tampil di Livehouse Bali


Jakarta - Penyanyi Annisa Chaca terus mengembangkan kariernya di dunia musik. Mengawali perjalanan bernyanyi sejak usia 15 tahun, Annisa telah menorehkan sejumlah prestasi, mulai dari menjadi finalis The Voice Indonesia 2018, Juara 1 Bintang Radio 2015, Juara 1 Vokal se-Indonesia 2022, hingga masuk 26 besar Primadona Pantura 2024.

Saat ini, Annisa aktif tampil secara reguler di berbagai tempat hiburan, mulai dari kafe, lounge, hingga pub. Bakat menyanyinya juga tumbuh dari lingkungan keluarga, mengingat ayah dan kakaknya turut menekuni dunia tarik suara.

Di sela jadwal regulernya bersama band, Annisa kerap mengambil kesempatan untuk tampil sebagai penyanyi backup di Livehouse ketika jadwal band regulernya sedang libur. Menurutnya, Livehouse menawarkan konsep pertunjukan yang berbeda dan menarik, mulai dari koreografi hingga sesi penutup yang menghadirkan enam penyanyi tampil bersama-sama.

Setiap talent Livehouse memiliki ketentuan dan jadwal masing-masing yang telah diatur oleh pihak manajemen. Karena itu, para penyanyi perlu menyesuaikan diri dengan konsep dan aturan yang berlaku selama pertunjukan.

Kesempatan tampil di Livehouse Bali kali ini menjadi pengalaman tersendiri bagi Annisa. Selain telah direncanakan sebelumnya, perjalanan tersebut sekaligus menjadi momen untuk menikmati liburan di Pulau Dewata.

Dari segi konsep, menurut Annisa, pertunjukan Livehouse di Bali tidak jauh berbeda dari tempat lainnya. Namun, ada pengalaman menarik yang membuatnya antusias, yakni kesempatan menghibur penonton mancanegara sekaligus memperkenalkan lagu-lagu Indonesia kepada mereka.

Annisa mengaku senang bisa mendapatkan kesempatan tersebut. Pasalnya, selama ini ia biasanya datang ke Bali hanya untuk berlibur. Kali ini, ia bisa merasakan pengalaman berbeda dengan tampil langsung di atas panggung.

Dalam penampilannya, Annisa membawakan sejumlah lagu dari berbagai genre. Beberapa di antaranya adalah Hurt yang dipopulerkan Christina Aguilera, Jatuh Hati dari Raisa, serta Beraksi dari Kotak.

Salah satu momen yang paling berkesan terjadi pada sesi terakhir pertunjukan. Saat itu, para penyanyi membawakan beberapa lagu dangdut dan mendapatkan respons meriah dari penonton yang ikut berdiri menikmati penampilan mereka.

Untuk mempersiapkan penampilannya, Annisa memperhatikan berbagai detail, mulai dari pemilihan kostum, penataan rambut, hingga aksesori yang dikenakan. Ia juga mengikuti gladi resik pada sore hari untuk menyesuaikan nada lagu-lagu yang akan dibawakan agar penampilan berjalan maksimal.

Dalam urusan musik dan penampilan panggung, Annisa mengaku menyukai lagu-lagu rock serta lagu-lagu dengan karakter vokal grande. Ia juga memiliki gaya busana favorit yang kerap menjadi andalannya saat tampil, yakni sepatu boots dan blazer.

Tak hanya mendapatkan pengalaman tampil di lokasi baru, kesempatan tersebut juga membuka peluang bagi Annisa untuk bertemu dengan para penyanyi dari tim Livehouse Bali dan tim Livehouse lainnya. Pertemuan itu menjadi pengalaman berharga sekaligus kesempatan untuk memperluas relasi di industri musik.

Ke depan, Annisa berharap bisa segera merilis single. Ia ingin karya yang nantinya diluncurkan dapat diterima masyarakat luas, menjadi populer, dan dinyanyikan oleh banyak orang.

Bagi Annisa, kesempatan tampil di Bali menjadi salah satu pengalaman menarik dalam perjalanan kariernya. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi langkah positif untuk terus berkembang di dunia musik, sekaligus membuka jalan menuju karya-karya baru yang bisa dinikmati para pendengar.

Comments

Popular posts from this blog

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...