Skip to main content

Aestherix Rilis Single “Semesta”, Lagu Tentang Bertahan di Tengah Lelahnya Hidup

 


BOGOR – Band alternative pop/rock asal Bogor, Aestherix, kembali menyapa penikmat musik Indonesia lewat single terbaru berjudul “Semesta”. Band yang digawangi Afghan pada vokal, Ages sebagai Gitar 1, dan Chevy pada Gitar 2 ini menghadirkan lagu yang sarat makna tentang perjuangan hidup dan kepercayaan terhadap takdir yang lebih baik.

Aestherix sendiri bukan nama baru di skena musik independen. Band ini sudah aktif bermusik sejak tahun 2006. Berawal dari persahabatan di bangku SMA, mereka terus menjaga semangat bermusik bersama hingga kini. Afghan sebagai penggagas band mengaku bahwa perjalanan panjang tersebut membentuk karakter musikal Aestherix yang semakin matang.

Dalam bermusik, Aestherix mengusung warna alternative pop/rock yang dipadukan dengan karakter dual-guitar. Permainan gitar dari Ages dan Chevy yang saling mengisi menciptakan tekstur musik yang kaya, sementara vokal Afghan yang ekspresif menjadi medium utama untuk menyampaikan pesan-pesan emosional. Ages menjelaskan bahwa pemilihan sound di lagu ini dirancang untuk membawa pendengar masuk ke dalam suasana kontemplatif. "Kami ingin gitarnya tidak sekadar pengiring, tapi juga bercerita," ujar Ages.

Soal referensi musik, Aestherix mengaku banyak terinspirasi dari berbagai band lokal maupun internasional. Dari Indonesia, mereka mengidolakan Sheila on 7, Kerispatih, Club Eighties, Ungu, hingga J-Rocks. Sementara dari mancanegara, pengaruh Simple Plan, L’Arc-en-Ciel, dan Muse juga memberi warna. Chevy menambahkan bahwa elemen J-Rock dan progresif sangat memengaruhi cara mereka meramu aransemen. "Pengaruh dari L’Arc-en-Ciel dan Muse kami terjemahkan ke dalam harmoni gitar yang lebih dinamis namun tetap manis di telinga," kata Chevy.

Lewat single “Semesta”, Aestherix mencoba menyampaikan pesan tentang penyerahan diri yang penuh harapan. Lagu ini menggambarkan momen ketika seseorang sudah berusaha keras menghadapi hidup, namun akhirnya harus belajar mempercayakan hasilnya kepada semesta. “Ini adalah lagu tentang penyerahan diri yang berdaya. Setelah semua usaha dan lelah kita lakukan, ada titik di mana kita harus percaya bahwa semesta atau Tuhan akan menjaga dan mengatur akhir yang indah untuk kita,” ungkap Afghan.

Inspirasi lagu ini datang dari berbagai cerita perjuangan hidup yang banyak dialami orang saat ini. Aestherix ingin menghadirkan lagu yang bisa menjadi teman bagi mereka yang sedang merasa lelah menjalani hidup. Ages menimpali bahwa lagu ini juga merupakan refleksi perjalanan band mereka sendiri yang tetap bertahan sejak masa sekolah.

Proses kreatif lagu “Semesta” juga dilakukan secara organik. Mereka membangun komposisi lagu dengan atmosfer yang tenang di awal, lalu perlahan meningkat menuju bagian yang lebih emosional. Chevy menjelaskan bahwa aransemen crescendo di bagian akhir lagu adalah simbol dari harapan. "Kami ingin pendengar merasakan semangat yang perlahan bangkit kembali lewat eskalasi musiknya," jelas Chevy.

Sejak dirilis, “Semesta” mendapat respons hangat dari para pendengar. Banyak yang merasa liriknya sangat relate dengan kondisi kehidupan saat ini. “Banyak yang tersentuh dengan lirik ‘itu saja sudah kemenangan’. Rasanya senang sekali kalau musik kami bisa menjadi teman curhat bagi pendengar,” kata Afghan.

Melalui lagu ini, Aestherix berharap “Semesta” bisa menjadi anthem bagi siapa saja yang sedang berjuang. “Pesan kami sederhana: bertahan dan terus berjuang itu sendiri sudah merupakan kemenangan. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, lakukan bagianmu, sisanya biarkan semesta yang bekerja,” tutup Afghan.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Memet and Friends Rilis ‘Tak Ingin Terbangun’, Curhat Rindu untuk Orang Tercinta yang Telah Tiada

  Proyek musik kolektif Memet and Friends resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk “Tak Ingin Terbangun”. Lagu ini menjadi karya yang sangat personal dari sosok di balik proyek tersebut, Rachmat Rianson Sihotang, yang juga bertindak sebagai pencipta lagu. Memet and Friends sendiri bukan sekadar nama band, melainkan konsep kolaboratif. Rachmat, yang akrab disapa Memet, berperan sebagai penulis lagu dan penggagas musik, sementara vokal diisi oleh para “Friends” yang diajak bekerja sama dalam setiap rilisan. Berasal dari Jayapura, Papua, Memet mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak duduk di bangku SMP. Namun, proyek Memet and Friends baru aktif dalam beberapa tahun terakhir sebagai wadah eksplorasi kreatif lintas musisi. Dalam perjalanan bermusiknya, Memet banyak terinspirasi oleh grup legendaris Indonesia seperti Sheila on 7 dan Dewa 19. Tak hanya itu, warna musiknya juga dipengaruhi band internasional seperti Skillet. Dari situlah lahir karakter musik yang memadukan p...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...