Skip to main content

Bandjamins, Band Reguler yang Siap Tancap Gas dengan Karya Sendiri

 

Industri musik Tanah Air terus diramaikan oleh berbagai talenta baru dari berbagai daerah. Salah satunya datang dari Bekasi melalui band bernama Bandjamins, grup musik yang dikenal dengan warna permainan all around dan energi panggung yang kuat.

Bandjamins saat ini diperkuat oleh Ilham Senjhu (vokal 1), Annisa (vokal 2), Awang (vokal 3), Rey (bass), Richi (gitar), Kevin (drum), dan Agyt (keyboard). Formasi ini menjadi wajah terbaru dari perjalanan panjang band yang telah melalui berbagai perubahan sejak awal berdiri.

Band ini sebenarnya sudah terbentuk sejak 2014 di Bekasi. Pada awalnya, mereka menggunakan nama Sweetrose. Namun seiring waktu, satu per satu personel memutuskan mundur hingga akhirnya hanya menyisakan Ilham sebagai vokalis. Dari situlah Ilham mengambil inisiatif untuk membangun kembali band dengan merekrut pemain baru.

Perjalanan tersebut akhirnya membawa Bandjamins pada formasi yang lebih solid. Meski sempat beberapa kali mengalami pergantian vokalis, Ilham sebagai vokalis dan Rey sebagai bassist menjadi dua personel yang tetap bertahan hingga sekarang, menjaga semangat band agar terus berjalan.

Nama Bandjamins sendiri memiliki makna unik. Nama tersebut merupakan singkatan dari B and Jamins, di mana “B” berarti Betawi dan “Jamins” merupakan singkatan dari Jawa dan Minang. Nama ini dipilih karena para personelnya berasal dari latar belakang daerah tersebut.

Dalam bermusik, Bandjamins tidak membatasi diri pada satu genre tertentu. Mereka memilih konsep all around, artinya bisa memainkan berbagai jenis lagu sesuai kebutuhan panggung maupun karakter musik yang ingin mereka bawakan.

Secara musikal, mereka banyak terinspirasi dari band-band dunia seperti Coldplay, Muse, Paramore, serta sejumlah grup alternative rock lainnya yang dikenal memiliki karakter kuat dalam aransemen dan penampilan live.

Perjalanan karier Bandjamins juga semakin berkembang setelah mereka bergabung sebagai talent di Holywings Group. Sejak saat itu, mereka semakin aktif tampil dan mengisi berbagai panggung hiburan, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Menariknya, meski sudah sering tampil di berbagai panggung, Bandjamins belum merilis single resmi. Namun saat ini mereka tengah dalam proses pembuatan single perdana yang diharapkan bisa menjadi langkah baru dalam perjalanan musik mereka.

Untuk konsep lagu yang sedang digarap, Bandjamins memilih tema yang dekat dengan kehidupan anak muda, yaitu nuansa party dan juga kisah galau yang relatable bagi banyak pendengar.

Soal ciri khas, Bandjamins percaya kekuatan mereka ada pada warna suara vokalis yang dianggap memiliki karakter berbeda dibanding band lain. Hal ini yang mereka harapkan bisa menjadi identitas kuat ketika karya mereka nantinya resmi dirilis.

Ke depan, Bandjamins memiliki harapan sederhana namun besar: merilis single dan membuat karya mereka bisa didengar oleh banyak orang. Dengan pengalaman manggung yang sudah cukup matang, mereka optimistis langkah tersebut bisa segera terwujud.

Lewat karya yang sedang dipersiapkan, Bandjamins juga berharap para pendengar nantinya bisa menikmati musik mereka. “Semoga suka,” ujar mereka singkat tentang harapan terhadap karya yang akan datang.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...

Chiko Silitonga Rilis Single ‘Tinggal Dalamku’, Terinspirasi Kisah Pribadi

Musisi sekaligus pengajar musik, Chiko Silitonga, kembali meramaikan industri musik Tanah Air dengan merilis single terbarunya berjudul Tinggal Dalamku. Lagu tersebut resmi diluncurkan pada 23 Maret 2026 dan menjadi karya yang cukup personal bagi penyanyi asal Jakarta itu. Pemilik nama lengkap Israel Adam Arthur Abraham ini sudah cukup lama berkecimpung di dunia musik. Ia mengaku telah menjalani karier sebagai penyanyi selama lebih dari 10 tahun. Tak hanya bernyanyi, Chiko juga aktif sebagai musisi, pencipta lagu, sekaligus pengajar musik. Menurut Chiko, keputusannya menekuni dunia musik bukan sekadar mengikuti passion semata. Ia memiliki visi lebih besar, yakni membuka wawasan masyarakat tentang potensi musik dalam perkembangan industri kreatif. “Aku memutuskan berkarier di musik karena ingin membuka lebih luas lagi wawasan masyarakat Indonesia, bahkan dunia, bahwa musik punya pengaruh besar terhadap perkembangan industri kreatif,” ujarnya. Dalam perjalanan bermusik, Chiko tidak terpa...