Skip to main content

Indra Tunes Hadirkan Kembali Lagu ‘Andainya’

 

Musisi asal Surabaya, Indra Setiawan atau yang dikenal dengan nama panggung Indra Tunes, kembali memperkenalkan karyanya lewat lagu berjudul Andainya. Lagu tersebut sebenarnya bukan karya baru, melainkan lagu yang sudah ia ciptakan sejak akhir 1990-an dan kini kembali dihadirkan agar bisa dinikmati oleh pendengar di era digital.

Perjalanan bermusik Indra dimulai sejak akhir 1990-an. Ia mulai aktif bermain musik bersama beberapa band di Surabaya sejak sekitar tahun 1997 hingga 1998. Pada masa itu, industri musik Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh festival band dan label rekaman besar sebagai pintu utama bagi musisi untuk dikenal luas.

Indra mengenang bahwa pada era tersebut, band yang tidak memenangkan festival atau tidak memiliki koneksi dengan label rekaman akan sangat sulit mendapatkan perhatian dari produser. Selain itu, banyak musisi dari daerah harus pergi ke Jakarta untuk mencari peluang rekaman agar bisa masuk ke industri musik.

Kondisi industri musik yang masih sangat konvensional saat itu membuat banyak musisi menghadapi keterbatasan, terutama dari sisi finansial. Tidak sedikit band yang akhirnya sulit berkembang karena akses yang terbatas terhadap label rekaman maupun produksi musik profesional.

Meski begitu, Indra tetap menulis dan menyimpan berbagai karya yang ia buat pada masa tersebut. Salah satu lagu yang masih tersimpan adalah Andainya, yang pertama kali direkam pada tahun 1999 menggunakan format rekaman CD.

Setelah lebih dari dua dekade berlalu, Indra akhirnya memutuskan untuk menghadirkan kembali lagu tersebut. Pada tahun 2025, rekaman lama itu kemudian diolah kembali dengan teknologi digital agar kualitasnya lebih baik dan dapat dirilis melalui platform musik modern.

Dalam bermusik, Indra mengaku banyak terinspirasi oleh band-band legendaris seperti Nirvana dan Bon Jovi. Pengaruh tersebut turut membentuk karakter musiknya yang cenderung berada di jalur rock dengan nuansa grunge.

Bagi Indra, langkahnya merilis lagu saat ini bukan semata untuk mengejar karier di industri musik. Ia menyebut bahwa tujuannya sederhana, yaitu agar karya-karya yang pernah ia buat bisa kembali didengar dan dinikmati oleh banyak orang.

Melalui lagu Andainya, Indra juga ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya cinta dalam kehidupan manusia. Menurutnya, tanpa adanya cinta, manusia mungkin tidak akan pernah ada.

Ke depan, Indra berencana untuk terus merilis karya-karya lain yang sebelumnya sempat tertunda. Ia ingin memberikan kesempatan bagi lagu-lagu lamanya untuk kembali hidup dan didengar oleh generasi sekarang.

Bagi yang ingin mengikuti karya-karyanya, pendengar dapat menemukan musik Indra melalui Spotify dengan akun @indra tunes serta kanal YouTube indrasetiawan2626. Lewat platform tersebut, Indra berharap lagu-lagunya bisa dinikmati bersama oleh para pecinta musik.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...

Chiko Silitonga Rilis Single ‘Tinggal Dalamku’, Terinspirasi Kisah Pribadi

Musisi sekaligus pengajar musik, Chiko Silitonga, kembali meramaikan industri musik Tanah Air dengan merilis single terbarunya berjudul Tinggal Dalamku. Lagu tersebut resmi diluncurkan pada 23 Maret 2026 dan menjadi karya yang cukup personal bagi penyanyi asal Jakarta itu. Pemilik nama lengkap Israel Adam Arthur Abraham ini sudah cukup lama berkecimpung di dunia musik. Ia mengaku telah menjalani karier sebagai penyanyi selama lebih dari 10 tahun. Tak hanya bernyanyi, Chiko juga aktif sebagai musisi, pencipta lagu, sekaligus pengajar musik. Menurut Chiko, keputusannya menekuni dunia musik bukan sekadar mengikuti passion semata. Ia memiliki visi lebih besar, yakni membuka wawasan masyarakat tentang potensi musik dalam perkembangan industri kreatif. “Aku memutuskan berkarier di musik karena ingin membuka lebih luas lagi wawasan masyarakat Indonesia, bahkan dunia, bahwa musik punya pengaruh besar terhadap perkembangan industri kreatif,” ujarnya. Dalam perjalanan bermusik, Chiko tidak terpa...