Skip to main content

KRAYOLA Kembali Aktif, Rilis Lagu ‘My Little Pink Star’ yang Pernah Hits di Radio

 

Band KRAYOLA kembali menyapa pendengar setelah sempat lama vakum dari dunia musik. Grup yang terbentuk di Jakarta ini memulai perjalanan mereka sejak 2001, namun sempat menghentikan aktivitas setelah penampilan terakhir di festival Java Rockin’Land pada 2009. Kini, pada 2025, KRAYOLA kembali aktif dengan merilis lagu Mind Your Own dan April 2026 salah satu lagu yang pernah menjadi andalan mereka, My Little Pink Star hadir di Digital Platforms.

KRAYOLA saat ini digawangi oleh Maeriz pada vokal, gitar, dan harmonika, Irfan Ade pada gitar, Imancaz pada bass, serta Boy di posisi drum. Band ini awalnya terbentuk dari inisiatif Maeriz yang ingin membuat sebuah band bersama teman-teman dengan selera musik yang sama. Formasi awalnya sempat diisi oleh Noli (gitar), Ginting (bass), dan Riri (drum).

Dalam bermusik, KRAYOLA mengusung genre pop dan rock alternatif dengan karakter yang melodik dan mudah diingat. Sejumlah band internasional seperti The Cranberries, The Muffs, That Dog, Ivy, Weezer, Radiohead, The Cure, hingga Lightning Seeds menjadi referensi penting yang memengaruhi warna musik mereka.

Single yang kembali dirilis, My Little Pink Star, memiliki sejarah panjang bagi KRAYOLA. Lagu ini pertama kali dikenal luas pada 2004 dan sempat mencapai posisi nomor satu di chart Nu Buzz milik Prambors. Lagu tersebut bercerita tentang sosok spesial dalam hidup seseorang yang menjadi sumber harapan, inspirasi, dan cahaya dalam perjalanan hidup.

Istilah pink star dalam lagu ini digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan sesuatu yang kecil namun hangat dan memiliki arti besar secara emosional. Inspirasi penulisan lagu ini sendiri berasal dari pengalaman sederhana tentang seseorang yang memberi semangat dan warna di masa muda.

Proses kreatif KRAYOLA biasanya dimulai dari ide dasar Maeriz berupa chord dan lirik. Ide tersebut kemudian dikembangkan bersama seluruh personel saat latihan band hingga menemukan aransemen yang terasa pas. Setelah struktur lagu terbentuk, proses rekaman dilakukan dengan pendekatan sederhana namun tetap menjaga energi permainan band.

Dibandingkan rilisan mereka sebelumnya, My Little Pink Star memiliki nuansa yang lebih melodik dan romantis. Aransemen gitar dibuat lebih hangat dengan melodi yang catchy serta atmosfer pop-rock yang lebih ringan, sehingga menonjolkan sisi emosional lagu.

Respon awal pendengar terhadap lagu ini terbilang positif. Saat pertama kali diputar di radio Prambors, My Little Pink Star langsung mendapat perhatian besar dari pendengar dan bahkan berhasil menduduki posisi puncak di chart Nu Buzz selama beberapa minggu.

Lewat perilisan lagu ini, KRAYOLA berharap My Little Pink Star bisa kembali didengar oleh lebih banyak orang, tidak hanya oleh pendengar yang mengenalnya sejak era radio dulu, tetapi juga oleh generasi baru.

Ke depan, KRAYOLA juga tengah menyiapkan beberapa lagu baru dengan eksplorasi sound yang lebih segar, meski tetap mempertahankan karakter musik mereka yang melodik dan catchy.

KRAYOLA pun berharap industri musik Indonesia terus memberi ruang bagi karya yang jujur dan beragam, sehingga musisi dari berbagai generasi dapat terus berkarya dan menjangkau pendengar yang lebih luas.

“Terima kasih kepada semua pendengar dan pendukung yang telah mengikuti perjalanan kami sejak dulu hingga sekarang. Dukungan kalian membuat lagu seperti My Little Pink Star tetap hidup,” ujar KRAYOLA.


Follow akun media sosialnya di:

Instagram:@we.are.krayola  IG  

Tiktok : @Krayola_band

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...

Chiko Silitonga Rilis Single ‘Tinggal Dalamku’, Terinspirasi Kisah Pribadi

Musisi sekaligus pengajar musik, Chiko Silitonga, kembali meramaikan industri musik Tanah Air dengan merilis single terbarunya berjudul Tinggal Dalamku. Lagu tersebut resmi diluncurkan pada 23 Maret 2026 dan menjadi karya yang cukup personal bagi penyanyi asal Jakarta itu. Pemilik nama lengkap Israel Adam Arthur Abraham ini sudah cukup lama berkecimpung di dunia musik. Ia mengaku telah menjalani karier sebagai penyanyi selama lebih dari 10 tahun. Tak hanya bernyanyi, Chiko juga aktif sebagai musisi, pencipta lagu, sekaligus pengajar musik. Menurut Chiko, keputusannya menekuni dunia musik bukan sekadar mengikuti passion semata. Ia memiliki visi lebih besar, yakni membuka wawasan masyarakat tentang potensi musik dalam perkembangan industri kreatif. “Aku memutuskan berkarier di musik karena ingin membuka lebih luas lagi wawasan masyarakat Indonesia, bahkan dunia, bahwa musik punya pengaruh besar terhadap perkembangan industri kreatif,” ujarnya. Dalam perjalanan bermusik, Chiko tidak terpa...