Skip to main content

Perjalanan Annisa Chaca: Dari Panggung Kompetisi hingga Mimpi Menjadi Artis Top Indonesia

Industri musik Tanah Air terus melahirkan talenta-talenta baru yang berangkat dari panggung kompetisi hingga tampil di berbagai panggung profesional. Salah satunya adalah penyanyi asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Annisa Chaca.

Annisa Chaca dikenal sebagai penyanyi yang memiliki karakter vokal kuat di genre pop rock. Perjalanan musiknya dimulai sejak usia yang cukup muda dan terus berkembang hingga kini.

Annisa mengaku mulai serius menekuni dunia musik sejak usia 15 tahun. Ketertarikannya pada dunia tarik suara semakin kuat ketika ia mulai aktif mengikuti berbagai kompetisi bernyanyi.

Perempuan kelahiran Banjarmasin ini bahkan sudah tampil reguler di berbagai tempat hiburan seperti kafe dan hotel sejak usia 17 tahun. Tak hanya itu, ia juga sering mengikuti ajang lomba tingkat nasional dan mewakili Kalimantan Selatan di berbagai kompetisi bergengsi.

Salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya terjadi pada 2015. Saat itu Annisa berhasil meraih Juara 1 Bintang Radio se-Kalimantan Selatan di usia 17 tahun. Kemenangan tersebut membawanya melaju ke tingkat nasional dan semakin memperkuat keyakinannya untuk berkarier di dunia musik.

Sebagai musisi, Annisa Chaca mengaku banyak terinspirasi oleh sejumlah penyanyi besar seperti Anggun C Sasmi, Agnez Mo, Tantri Kotak, hingga penyanyi internasional Jessie J. Pengaruh dari para musisi tersebut turut membentuk karakter vokal dan gaya bermusiknya.

Untuk terus berkembang, Annisa tidak pernah berhenti mengasah kemampuan. Ia rutin mengikuti berbagai kompetisi vokal serta melatih teknik bernyanyi secara konsisten.

Kerja keras tersebut membuahkan berbagai pengalaman berharga. Salah satu yang paling berkesan adalah ketika Annisa berhasil meraih Juara 1 vokal se-Indonesia di ajang Kreativesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Dalam kesempatan itu, ia juga mendapat pengalaman langka dengan berduet bersama band Superman Is Dead membawakan lagu “Sunset di Tanah Anarki”. Selain itu, Annisa juga pernah berduet dengan beberapa artis lain serta tampil di sejumlah program televisi nasional.

Meski begitu, perjalanan sebagai musisi wanita tentu memiliki tantangan tersendiri. Annisa menyebut menjaga kesehatan pita suara menjadi hal yang sangat penting, terlebih karena ia kerap tampil secara reguler hampir setiap malam. Selain itu, ia juga harus menjaga penampilan dan sikap profesional di setiap kesempatan.

Untuk menjaga konsistensi dalam berkarya, Annisa menerapkan pola hidup yang disiplin seperti istirahat cukup, banyak minum air putih, hingga terus mengikuti perkembangan musik terbaru. Ia juga mulai menulis karya lagu sendiri sebagai bagian dari proses kreatifnya.

Di era digital saat ini, Annisa juga aktif membangun kedekatan dengan pendengar melalui media sosial. Ia kerap membagikan berbagai konten bernyanyi, termasuk video penampilan yang diunggah secara rutin sebagai bagian dari personal branding.

Bagi Annisa, menjaga sikap dan attitude menjadi prinsip utama dalam perjalanan kariernya. Ia percaya bahwa sikap yang baik kepada semua orang, baik di dalam maupun di luar dunia musik, merupakan kunci penting untuk bertahan di industri hiburan.

Ke depan, Annisa Chaca memiliki mimpi besar dalam kariernya. Ia berharap dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia, bahkan hingga mancanegara. Selain itu, ia juga ingin memiliki lagu-lagu hits yang dapat terus diingat dan dicintai banyak orang.




Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...

Mahasiswa Universitas Panca Sakti Bekasi Edukasi Orang Tua soal Gizi dan Ketahanan Pangan untuk Cegah Stunting

Mahasiswa Universitas Panca Sakti Bekasi menggelar penyuluhan bertajuk “Pemenuhan Gizi dan Ketahanan Pangan” di TK RBA, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menyasar para orang tua sebagai upaya meningkatkan pemahaman terkait pentingnya gizi anak usia dini dan ketahanan pangan keluarga. Penyuluhan yang diinisiasi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi PG PAUD ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut menjadi kontribusi nyata akademisi dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia. Di bawah bimbingan dosen pengampu sekaligus pemerhati tumbuh kembang anak, Lia Kurniawaty, S.Pd., M.Pd., para mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat dan seimbang bagi anak. Ia menegaskan bahwa stunting tidak boleh dianggap remeh karena dapat berdampak pada perkembangan kecerdasan anak di masa depan. “Para orang tua perlu memiliki pemahaman yang baik te...