Skip to main content

Perjalanan Musik Axsa: Dari Lingkungan Seni di Bandung hingga Siap Rilis Single Keempat

Musisi pendatang baru Axsa terus menunjukkan konsistensinya dalam berkarya di industri musik Tanah Air. Penyanyi yang memiliki nama lengkap Mukti ini mulai menapaki perjalanan bermusik secara serius dalam beberapa tahun terakhir, setelah sebelumnya menyimpan ketertarikan pada musik sejak masa sekolah.

Axsa berasal dari Bandung, kota yang dikenal memiliki ekosistem musik yang kuat dan kreatif. Ia mengaku lingkungan tempat ia tumbuh turut memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan musikalnya.

Menurutnya, orang-orang di sekitarnya merupakan pribadi yang sederhana namun memiliki kedekatan dengan dunia seni.

“Lingkungan saya sangat baik dan banyak juga orang-orang seni. Dari sana saya merasa semakin dekat dengan dunia musik,” ujar Axsa.

Ketertarikan Axsa terhadap musik sebenarnya sudah muncul sejak dirinya masih duduk di bangku SMP. Namun, ia baru benar-benar mulai menekuni dunia bermusik pada awal 2024, ketika mulai aktif menulis lagu. Perjalanan tersebut kemudian berlanjut hingga akhirnya ia mampu merealisasikan karya-karyanya dan merilis single pada 2025.

Keputusan Axsa untuk serius berkarier di dunia musik juga tidak lepas dari pengalaman hidupnya. Ia menyebut dunia musik menjadi ruang pelampiasan positif di tengah kerasnya lingkungan pekerjaan yang ia jalani.

“Berkarya menjadi salah satu hiburan dan pelampiasan positif dalam hidup saya. Selain itu, lingkungan musisi di sekitar saya juga membuat saya semakin bersemangat untuk terus berkarya,” jelasnya.

Dalam perjalanan bermusiknya, Axsa mengaku banyak terinspirasi oleh sejumlah musisi. Salah satu figur yang paling memengaruhi gaya vokalnya adalah Sammy Simorangkir, yang menurutnya memiliki karakter suara khas dan kemampuan vokal yang luar biasa. Selain itu, dukungan dari musisi lokal Bandung seperti band Somah dan Kav juga menjadi penyemangat bagi Axsa dalam mengembangkan karya.

Secara musikal, Axsa mengusung warna musik yang cukup beragam, mulai dari pop, pop jazz, fusion, hingga pop ballad. Ia mencoba memadukan unsur-unsur tersebut agar musik yang ia bawakan terasa emosional sekaligus mudah dinikmati.

Sebelum merilis karya terbaru, Axsa telah lebih dulu memperkenalkan tiga single yang tersedia di berbagai platform musik digital serta YouTube. Ia mengaku respons dari pendengar sejauh ini cukup positif, terutama setelah dirinya aktif mempromosikan karya melalui media sosial dan tampil langsung di berbagai panggung bersama rekan-rekannya.

“Respon dari audience cukup baik. Lagu-lagu saya bisa dinikmati karena liriknya relate dengan kehidupan nyata,” katanya.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Axsa adalah saat menjalani proses rekaman. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bahwa perjalanan bermusiknya bisa sampai pada tahap merilis beberapa single.

“Proses recording sangat berkesan. Saya tidak menyangka bisa sampai merilis empat single. Dukungan teman-teman dan keluarga juga membuat saya semakin antusias,” ungkapnya.

Pada April 2026 ini, Axsa bersiap merilis single keempatnya. Lagu tersebut disebut memiliki pesan penting yang diangkat dari fenomena sosial yang kerap terjadi di kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam lagu tersebut sebenarnya sudah lama terjadi di masyarakat, namun kini semakin terbuka dan tidak lagi dianggap tabu. Melalui lagunya, Axsa berharap dapat menghadirkan pengingat bagi para pendengar.

Inspirasi lagu tersebut juga datang dari pengalaman orang-orang di sekitarnya, termasuk cerita seorang teman yang menjadi salah satu sumber ide utama dalam penulisan lirik.

Dalam proses kreatifnya, Axsa mengaku selalu berusaha menulis lagu berdasarkan kisah nyata yang ia lihat atau rasakan di kehidupan sehari-hari. Cara itu membuatnya merasa lebih mudah menyampaikan emosi melalui musik.

Proses produksi lagu ini juga melibatkan sejumlah musisi asal Bandung, termasuk band Somah dan rekan-rekan lainnya yang membantu dalam proses aransemen. Meski berperan sebagai solois sekaligus komposer, Axsa merasa kolaborasi tersebut sangat membantu, terutama dalam pengembangan aransemen musik serta coaching vokal saat proses rekaman.

Melalui single terbaru ini, Axsa ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dibandingkan karya-karyanya sebelumnya. Ia berharap lagu tersebut tidak hanya enak didengar, tetapi juga mampu menyampaikan pesan positif kepada para pendengar.

“Harapannya, lagu ini bisa menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi kita semua. Kalau kita sudah tahu suatu hal itu salah, sebaiknya tidak diteruskan karena pasti akan ada konsekuensi di masa depan,” tuturnya.

Ke depan, Axsa bertekad untuk terus menghasilkan karya-karya baru dan memperluas jangkauan pendengar musiknya. Ia berharap lagu-lagunya dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga generasi yang lebih tua.

Dengan semangat tersebut, Axsa optimistis perjalanan bermusiknya akan terus berkembang dan menghadirkan karya yang relevan bagi masyarakat luas.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Chiko Silitonga Rilis Single ‘Tinggal Dalamku’, Terinspirasi Kisah Pribadi

Musisi sekaligus pengajar musik, Chiko Silitonga, kembali meramaikan industri musik Tanah Air dengan merilis single terbarunya berjudul Tinggal Dalamku. Lagu tersebut resmi diluncurkan pada 23 Maret 2026 dan menjadi karya yang cukup personal bagi penyanyi asal Jakarta itu. Pemilik nama lengkap Israel Adam Arthur Abraham ini sudah cukup lama berkecimpung di dunia musik. Ia mengaku telah menjalani karier sebagai penyanyi selama lebih dari 10 tahun. Tak hanya bernyanyi, Chiko juga aktif sebagai musisi, pencipta lagu, sekaligus pengajar musik. Menurut Chiko, keputusannya menekuni dunia musik bukan sekadar mengikuti passion semata. Ia memiliki visi lebih besar, yakni membuka wawasan masyarakat tentang potensi musik dalam perkembangan industri kreatif. “Aku memutuskan berkarier di musik karena ingin membuka lebih luas lagi wawasan masyarakat Indonesia, bahkan dunia, bahwa musik punya pengaruh besar terhadap perkembangan industri kreatif,” ujarnya. Dalam perjalanan bermusik, Chiko tidak terpa...

Aestherix Rilis Single “Semesta”, Lagu Tentang Bertahan di Tengah Lelahnya Hidup

  BOGOR – Band alternative pop/rock asal Bogor, Aestherix, kembali menyapa penikmat musik Indonesia lewat single terbaru berjudul “Semesta”. Band yang digawangi Afghan pada vokal, Ages sebagai Gitar 1, dan Chevy pada Gitar 2 ini menghadirkan lagu yang sarat makna tentang perjuangan hidup dan kepercayaan terhadap takdir yang lebih baik. Aestherix sendiri bukan nama baru di skena musik independen. Band ini sudah aktif bermusik sejak tahun 2006. Berawal dari persahabatan di bangku SMA, mereka terus menjaga semangat bermusik bersama hingga kini. Afghan sebagai penggagas band mengaku bahwa perjalanan panjang tersebut membentuk karakter musikal Aestherix yang semakin matang. Dalam bermusik, Aestherix mengusung warna alternative pop/rock yang dipadukan dengan karakter dual-guitar. Permainan gitar dari Ages dan Chevy yang saling mengisi menciptakan tekstur musik yang kaya, sementara vokal Afghan yang ekspresif menjadi medium utama untuk menyampaikan pesan-pesan emosional. Ages menjelaskan ...