Skip to main content

Rachmat Sihotang, Pencipta Lagu asal Jayapura yang Bangkit Lewat Single “Penipu” dan “Kangen Kamu”*

Nama Rachmat Sihotang mulai dikenal sebagai pencipta lagu asal Jayapura yang konsisten menekuni dunia musik p byop dengan karya-karya yang lahir dari pengalaman pribadi. Ketertarikannya terhadap dunia cipta lagu sudah tumbuh sejak bangku SMA, di mana ia mulai menuangkan cerita hidupnya ke dalam lirik dan melodi sederhana yang kemudian berkembang menjadi karya-karya yang matang secara musikal.

Lagu pertama yang diciptakannya berjudul Terbaik, sebuah karya yang bercerita tentang rasa syukur seseorang karena telah menemukan pendamping hidup dan keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi pasangannya. Meski belum dirilis hingga kini, Rachmat berencana membawa lagu tersebut ke publik pada tahun 2026 sebagai bagian dari perjalanan kreatifnya yang terus berkembang.


Titik penting dalam karier bermusiknya datang lewat lagu Penipu, single yang menjadi karya kolaborasi pertamanya bersama sang kakak perempuan, Hana Sihotang. Lagu ini sekaligus menjadi penanda kebangkitan Rachmat setelah lama tidak aktif di dunia musik. Dari lagu inilah, ia memutuskan untuk kembali menekuni penciptaan lagu secara lebih serius dan mandiri.

Sejauh ini, karya-karya Rachmat telah dibawakan oleh dua musisi lokal Jayapura, yakni Hana Sihotang melalui lagu Penipu serta Soraya lewat single Kangen Kamu. Meski masih dikenal di lingkup terbatas, khususnya di lingkungan kerja dan pertemanan, Rachmat optimistis karyanya akan terus menemukan pendengar yang lebih luas seiring konsistensi yang ia bangun.

Dalam berkarya, Rachmat lebih banyak mengeksplorasi genre pop dengan tema yang beragam, mulai dari cinta, kekecewaan, hingga cerita reflektif tentang kehidupan. Ia mengaku tidak membatasi diri pada satu tema tertentu, karena sebagian besar inspirasinya berasal dari pengalaman pribadi yang ia rasakan secara langsung. Proses kreatifnya pun terbilang organik, biasanya dimulai dari sebuah pengalaman yang kemudian diolah menjadi lirik, lalu dikembangkan melalui petikan gitar hingga melodi dan aransemen terbentuk secara utuh.

Dari semua karyanya, lagu Penipu menjadi yang paling personal dan bermakna baginya. Lagu ini lahir dari pengalaman emosional saat ia merasa dikecewakan oleh rekan bermusik yang sebelumnya mengajak membentuk band, namun kemudian justru berjalan dengan grup lain tanpa pemberitahuan. Dari situ, Rachmat memutuskan untuk melangkah sendiri, membangun rekaman secara mandiri, dan menghasilkan single Penipu sebagai bentuk ekspresi jujur atas perasaan tersebut.

Sebagai pencipta lagu, Rachmat mengaku merasakan emosi yang campur aduk ketika karyanya dinyanyikan dan diterima publik. Perasaan senang, bahagia, dan bangga bercampur menjadi satu, terutama karena setiap lagu membawa cerita personal yang kini bisa dinikmati orang lain. Namun, perjalanan kreatifnya tak selalu mulus. Salah satu tantangan terbesarnya adalah ketika komputernya terkena virus sehingga file rekaman hilang dan mengharuskannya merekam ulang seluruh materi dari awal.

Karya terbarunya, single ketiga berjudul Kangen Kamu yang dibawakan oleh Soraya, menunjukkan perkembangan signifikan dalam sisi aransemen. Awalnya lagu ini dibuat dengan nuansa pop sederhana, namun kemudian diubah mengikuti tren musik terkini agar terdengar lebih segar dan relevan. Hal ini menjadi bukti bagaimana Rachmat terus beradaptasi dan belajar dari perkembangan industri musik.

Meski mengaku terkadang mengalami fase “stuck”, Rachmat tetap menjadikan lagu-lagu populer masa kini sebagai referensi untuk memacu kreativitasnya. Ia pun menilai karakter musiknya paling terwakili lewat lagu Penipu, yang tidak hanya kuat secara emosi, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya sebagai pencipta lagu.

Ke depan, Rachmat menargetkan merilis delapan single dalam waktu dekat. Ia juga berharap dapat bekerja sama dengan penyanyi pop ternama seperti Bunga Citra Lestari dan Raisa, yang menurutnya cocok membawakan lagu-lagu ciptaannya. Meski belum memiliki kolaborasi besar yang berkesan, ia membuka diri terhadap berbagai peluang kerja sama di masa mendatang.

Lewat karya-karyanya, Rachmat ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya kolaborasi dan kebersamaan. Ia percaya bahwa musik lahir bukan hanya dari satu individu, melainkan dari kerja sama dan solidaritas yang saling menguatkan. Dengan semangat tersebut, Rachmat Sihotang terus melangkah membangun identitasnya sebagai pencipta lagu dari Jayapura yang siap memperluas jangkauan karyanya ke tingkat yang lebih luas di industri musik Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

Dilla April Rilis ‘Soro Lempu’, Lagu Bugis Tentang Keikhlasan yang Jadi Soundtrack Film

Penyanyi muda Dilla April mulai menunjukkan keseriusannya di industri musik Tanah Air. Pemilik nama lengkap Fadillah Apriliani Firsan ini resmi merilis single berjudul “Soro Lempu (Mengikhlaskan)” yang sekaligus menjadi soundtrack film Mattaro Janci. Dilla berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, dan kini menetap di Makassar. Meski baru mulai menekuni karier musik secara profesional saat kuliah, perjalanan bernyanyinya sudah dimulai sejak usia dini. “Aku mulai menekuni dunia tarik suara sejak masih SD. Lalu mulai aktif ikut lomba sejak kelas 2 SMP sampai SMA. Jadi sebenarnya sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak kecil,” kata Dilla. Awalnya, musik hanya ia anggap sebagai hobi. Namun seiring waktu, berbagai kesempatan tampil di acara membuatnya mulai melihat potensi karier dari dunia musik. “Ketika ada kesempatan mendapatkan penghasilan dari job di berbagai acara, aku mulai merasa musik bisa menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya. Lagu Bugis Pertama Single “Soro Lempu” menja...

Nazela Amanta, Penyanyi Muda Asal Jember yang Siap Menapaki Industri Musik

  Industri musik Tanah Air terus menghadirkan talenta-talenta muda berbakat. Salah satunya adalah Nazela Amanta Ferishby Kaylila Galby, yang dikenal dengan nama panggung Nazela. Penyanyi muda kelahiran Jember, Jawa Timur, pada 12 Februari 2009 ini mulai menunjukkan keseriusannya di dunia musik sejak usia belia. Nazela yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA diketahui sudah memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak kecil. Ia mulai mengenal dan menyukai musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Namun, langkah seriusnya di industri musik dan berbagai festival mulai ia jalani ketika duduk di kelas 2 SMP. Perjalanan karier Nazela dimulai ketika ia memberanikan diri mengikuti sebuah lomba menyanyi saat masih di bangku SMP. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih juara kedua. Pengalaman itu menjadi titik awal yang menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, serta ambisi untuk terus berkembang di dunia tarik suara. Dalam perjalanan bermusiknya, Nazela telah merilis single po...

Mahasiswa Universitas Panca Sakti Bekasi Edukasi Orang Tua soal Gizi dan Ketahanan Pangan untuk Cegah Stunting

Mahasiswa Universitas Panca Sakti Bekasi menggelar penyuluhan bertajuk “Pemenuhan Gizi dan Ketahanan Pangan” di TK RBA, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menyasar para orang tua sebagai upaya meningkatkan pemahaman terkait pentingnya gizi anak usia dini dan ketahanan pangan keluarga. Penyuluhan yang diinisiasi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi PG PAUD ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut menjadi kontribusi nyata akademisi dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia. Di bawah bimbingan dosen pengampu sekaligus pemerhati tumbuh kembang anak, Lia Kurniawaty, S.Pd., M.Pd., para mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat dan seimbang bagi anak. Ia menegaskan bahwa stunting tidak boleh dianggap remeh karena dapat berdampak pada perkembangan kecerdasan anak di masa depan. “Para orang tua perlu memiliki pemahaman yang baik te...