Penyanyi solo Refrina kembali menyapa penikmat musik Indonesia lewat single terbarunya berjudul “Pohon Cinta” yang resmi dirilis pada 14 November 2025. Lagu ini menjadi kelanjutan perjalanan musik Refrina setelah sebelumnya merilis single “Tak Bisa”, sekaligus mempertegas karakter musikalnya yang hangat, penuh emosi, dan mudah diterima berbagai kalangan.
Memiliki nama lengkap Refrina Yuliani Sinulingga dan berasal dari Jakarta, Refrina telah menekuni dunia musik digital selama satu tahun terakhir. Namun kecintaannya pada musik sudah tumbuh sejak lama, dimulai dari kebiasaannya bernyanyi di gereja serta ketertarikannya pada piano dan musik klasik. Ia juga mengaku banyak terinspirasi dari lagu-lagu Natal Sandy Patty yang bernuansa classic dan seriosa, yang kemudian membawanya jatuh cinta pada dunia tarik suara dan bermimpi berkarier sebagai penyanyi profesional.
Dalam bermusik, Refrina mengusung warna classic, RnB, dan pop, dengan pengaruh kuat dari penyanyi dunia seperti Sandy Patty, Christina Aguilera, dan Mariah Carey. Bagi Refrina, musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium untuk menghadirkan kenyamanan dan pengharapan bagi pendengarnya. Ia berharap karya-karyanya mampu menemani siapa pun yang sedang sedih agar kembali menemukan semangat dan harapan, sekaligus menjadi kontribusi terbaik untuk musik Indonesia.
Single “Pohon Cinta” sendiri bercerita tentang kisah cinta dua insan yang bermula dari hal sederhana, namun terus tumbuh kuat meski diterpa berbagai ujian kehidupan. Seperti sebuah pohon yang tetap berdiri kokoh meskipun diterjang badai, cinta yang ditanam dengan tulus akan terus bertahan. Pesan utama yang ingin disampaikan Refrina lewat lagu ini adalah bahwa cinta yang berasal dari hati akan selalu menemukan jalannya, apa pun rintangannya.
Menariknya, ide awal lagu ini muncul dari momen sederhana saat Refrina sedang berolahraga pagi dan melihat sebuah pohon dengan bentuk daun menyerupai hati. Dari visual tersebut, tercetuslah konsep tentang cinta yang tumbuh, mengakar, dan semakin kuat seiring waktu. Proses penulisan lagunya pun terbilang singkat, hanya memakan waktu sekitar dua jam sambil beristirahat di kamar.
Dalam proses produksinya, Refrina melibatkan orang-orang terdekat dan profesional di bidangnya, termasuk sang suami, Yoel Kusworo sebagai music arranger, serta Novi Monik sebagai distributor digital platform musik. Awalnya, lagu ini direncanakan beraransemen klasik, namun melihat tren musik yang sedang digemari masyarakat dengan tempo lebih cepat dan catchy, akhirnya konsepnya diubah menjadi genre city pop yang ceria dan mudah diingat pendengar.
Perubahan tersebut justru menjadi pembeda utama “Pohon Cinta” dibanding karya-karya Refrina sebelumnya yang cenderung melankolis. Lagu ini menghadirkan nuansa happy ending yang segar, ringan, dan penuh semangat cinta. Proses aransemen dan rekamannya pun berjalan lancar tanpa kendala berarti, karena seluruh tim memiliki visi yang sejalan sejak awal.
Refrina menargetkan lagu ini dapat dinikmati oleh seluruh penikmat musik, baik di Indonesia maupun mancanegara. Ia berharap “Pohon Cinta” bisa diterima luas sebagai karya cinta yang indah dan menjadi bagian dari soundtrack kehidupan banyak orang. Untuk promosi, Refrina akan menggencarkan kampanye melalui berbagai media sosial, dilanjutkan dengan pemutaran di radio nasional serta publikasi di media cetak secara bertahap.
Ke depan, Refrina berencana untuk terus merilis lagu-lagu baru yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu mengangkat nama Indonesia melalui karya musik yang positif dan berkualitas. “Pohon Cinta” menjadi langkah manis dalam perjalanan kariernya, sekaligus bukti bahwa cinta, bila dirawat dengan tulus, akan selalu tumbuh kuat seperti pohon yang akarnya menembus badai.



Comments
Post a Comment